Jumat, 11 April 2014

Orang yang Cerdas

Apakah ikan yang hidup diair laut rasanya asin ?
Tidak juga. Karena ternyata walaupun air laut itu asin, tubuh ikan tidak ikut menjadi asin, mengapa ? Jawabannya sangat sederhana, Karena ikan itu hidup. Coba kalau mati, sedikit saja ditaburi garam, maka seluruh tubuhnya akan menjadi asin. Jadilah ikan asin yang sangat digemari oleh masyarakat.

Begitu juga hati. Hati yang hidup tidak akan mempan dipengaruhi oleh keburukan. Sedahsyat apapun godaan diluar, seseorang dengan hati yang hidup tidak akan larut dalam kemaksiatan. Akan tetapi, kalau hatinya mati, sedikit saja godaan menerpa, maka dengan mudahnya dia akan terkontaminasi.

Rasulullah SAW mengajarkan salah satu cara untuk menghidupkan hati, yaitu dengan Zikrul Maut.

Orang – orang yang sangat jarang ingat akan kematian, cenderung berpeluang akrab dengan kemaksiatan. Karena hatinya sudah mengeras. Sayangnya kita sering alergi jika mendengar kata kematian. Mengapa demikian ? Karena kita terlalu senang dan mencintai dunia ini, sehingga enggan berpisah dengannya.

Seringkali hati kita tidak tergugah dengan beberapa kematian yang dialami saudara sendiri, apalagi orang lain yang mengalaminya. Seharusnya kematian itu menjadi pengingat. Ketika Rasulullah ditanya tentang siapa orang yang paling cerdas?? Beliau menjawab : Orang yang paling cerdas bukanlah orang banyak gelar dan banyak ilmu, melainkan orang yang paling banyak ingat mati dan yang paling mempersiapkan diri untuk mati.

Kita memang tidak tahu kapan giliran kita. Karena ketidak tahuan inilah kita harus selalu mempersiapkan diri agar jika saat itu tiba kita telah siap dalam segala hal. Niat harus selalu lurus dan ikhtiar dijalan Allah terus berlanjut.

Banyak jalan menuju maut. kita tidak usah takut. Kalau belum sampai pada waktunya, kita tidak bakalan meninggal. Pergi kemedan perang tidak lantas menjadikan umur kita pendek. Namun yang pasti kita akan mendatangi tempat kematian kita, dengan cara berbeda – beda. Jangan risaukan kematian. Tetapi risaukanlah jika ternyata kita tidak memiliki bekal yang cukup untuk menghadapinya.

Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.

“Ya Allah, berilah aku kehidupan apabila kehidupan tersebut memang lebih baik bagiku dan matikanlah aku apabila kematian tersebut memang lebih baik untukku.” (HR. Al-Bukhari no. 5671 dan Muslim no. 2680) Aamiin.

1 komentar:

  1. Asslamu'alaikum,
    tulisan ini mengingatkan (menasehati)saya

    Terima kasih

    BalasHapus