Kamis, 18 September 2014

Kisah Jin 1

KISAH-KISAH SEPUTAR KEBERADAAN JIN
PERTEMUAN RASULULLAH SAW DENGAN JIN 1
Kisah yang diriwayatkan Imam Muslim,Abu Daud dari Al Qomah,Al Qomah dari Ibnu Mas’ud:Pada suatu malam kami pernah bersama Rasulullah SAW,tapi beliau tiba-tiba menghilang dari pandangan kami.Kamipun lantas mencarinya ke semak-semak dan ke jurang-jurang,tetapi tidak kami temukan,bahkan kami menduga bahwa beliau dibawa oleh syaitan memedi,sehingga semalaman kami dalam kegelisahan.Pagi harinya,tiba-tiba Rasul SAW datang dari arah gua Hiro,seraya kami bertanya kepada beliau,lalu beliau menjawab:”Ada seorang juru dakwah dari jin yang datang mengunjungiku,maka akupun pergi bersamanya kemudian aku bacakan Al Quran kepada mereka yang telah lama menunggu”.Rasulullah lalu mengajak aku untuk melihat bekas-bekas mereka dan bekas-bekas api mereka,Rasul mengatakan bahwa jin-jin itu minta bekal kepadanya,beliaupun bersabda:”Bagimu semua tulang yang telah dibacakan nama allah jatuh di tanganmu dan dagingnya masih utuh sedang kotoran-kotoran itu sebagai makanan ternak-ternakmu.

PERTEMUAN RASULULLAH SAW DENGAN JIN 2
Kisah yang diriwayatkan At Thobrani dari Inbu Awan.Ibnu Awan berkata:Rasulullah SAW pada suatu hari melakukan shalat subuh berjamaah di Masjid nabawi dan saya termasuk makmunnya.Ketika beliau telah salam,beliu bertanya:Siapa yang ingin ikut aku sehubungan dengan pengriman delegasi jin ? Para jamaah pada waktu itu diam semua.Pertanyaan Rasul diulangi sampai tiga kali.Kemudian beliau membawaku pergi dengan menggandeng tanganku,jadilah aku pergi bersama beliau sehingga gunung-gunung kota Madinah aku lewati semua,setelah itu aku sampai di tanah yang luas,tiba-tiba ada segerombol orang lali-laki yang tinggi-tinggi berpakaian putih-putih nampak seperti panah.Aneh,ketika kulihat mereka timbul rasa takut yang mencekam pada diriku sehingga kakiku gemetar.Setelah aku dan Rasulullah mendekati mereka,Rasul membuat garis segi empat dan menyuruhku untuk duduk di situ.
Dan setelah aku duduk,ternyata segala sesuatu yang aku rasakan tadi hilang sama sekali.Disitulah aku ditinggal oleh beliau.Rasulpun langsung masuk diantara mereka,kemudian membacakan Al Quran sampai fajar terbit.Setelah fajar terbit beliau menemuiku dan mengajakku mengikutinya.Belum jauh dari tempat saya berjalan beliau menyuruhku menengok ke belakang lalu bertanya adakah mereka di sana?Akupun menjawab:Ya,Rasulullah aku melihat orang banyak di sana.Kulihat Rasul menundukkan kepalanya lalu mengambil tulang dan kotoran dan merapikannya kemudian dilemparkan tulang dan kotoran itu ke arah mereka seraya berkata:’Mereka itu adalah delegasi golongan jin dari daerah Nashibin,mereka minta bekal padaku,maka aku jadikan semua tulang dan kotoran sebagai makanan mereka’.

JIN MATI YANG DIKUBURKAN OLEH MANUSIA 1
As Suhaily menceritakan:Pada suatu hari Umar Bin Abdul Aziz berjalan-jalan di suatu daerah yang kosong,tiba-tiba beliau melihat ada ular yang mati.Dengan sifat keutamaan beliau,ular itu beliau bungkus dengan kain surban kemudian mengburkannya.Setelah mengububurkan ular itu,tiba-tiba ada suara yang tidak kelihatan orangnya mengatakan:”Wahai Sarik,aku bersaksi bahwa aku telah mendengar Rasulullah bersabda untukmu:’Engkau bakal mati di tanah yang kosong,dan akan dikuburkan oleh seorang laki-laki yang shalih’,Umar lalu bertanya:siapakah kamu ini,suara itupun menjawab:kami adalah seorang laki-laki dari golongan jin yang pernah mendengar bacaan ayat Al Quran dari Rasulullah SAW.Mereka itu telah tiadakecuali dua Sarik yang telah mati dan kamu kubur tadi.

JIN MATI YANG DIKUBURKAN OLEH MANUSIA 2
Abdul Rozak Al Athoridy menceritakan:Pada suatu hari kami bepergian dan ditengah perjalanan kami akan menggunakan air,sebelum itu kami pasang dulu tanda-tanda untuk istrahat,kamipun akan mulai tidur siang,tiba-tiba ada ular tang masuk tenda yang sudah nampak lelah dan gemetar,lalu kuambilkan satu ember air dan kusiramkan sebagian air yang ada,tetapi ular itu justru menjadi tenang,sampai ada aba-aba untuk berangkat.Kepada teman-teman kuminta agar mau menunggu sebentar,saya mengerti keadaan ular itu dan saya mengerti kemana ular itu kembali.Seusai shalat ashar,ular itu ternyata telah mati,maka kukeluarkan kain secukupnya dari koper,dan kubungkus ular itu lalu kukuburkan,lalu kulanjutkan perjalanan sampai malam hari.Tidak lama kemudia terdengar ucapan assalamu alaikum dua kali .Suara itu jelas sekali tidak hanya dari seorang tetapi banyak orang tetapi tidak kelihatan orangnya.Akupun bertanya:siapa kalian?.suara itu menjawab bahwa kami ini adalah jin,semoga Allah memberkahi perbutanmu yang kamu lakukan untuk kami,kami tidak dapat membalasnya.Aku balik bertanya:Apa yang kulakukan ?.Jin-jin itu menjawab:Sesungguhnya ular yang mati dihadapanmu itu adalah yang paling akhir dari sekian banyak jin yang melakukan baiat dengan Nabi SAW.

PERTEMPURAN ANTARA JIN KAFIR DAN JIN MUKMIN 1
Ibnu Salam menceritakan:Ibnu Mas’ud pernah berjaln-jalan bersama sahabat-sahabat Rasulullah SAW yang lain.Tiba-tiba ada i’shor (angin berputas yang bercampur dengan debu) membubung tinggi ke atas,kemudian hilang.Lalu datang i’shor yang lebih besar dan kemudian menghilang,tiba-tiba ada ular yang mati.Ketiaka para sahabat mengetahui kematian ular itu,ada diantara mereka yang membela kain selendangnya untuk mengafani lalu menguburkannya.Ketika malam tiba,datang dua orang perempuan bertanya:Siapakah yang menguburkan Amr bin Jabir ?.Kamipun menjawabnya:Kami tidak kenal oang yang bernama Amr bin Jabir.Salah satu dari perempuan itu menjelaskan bahwa bila kalian mencari pahala,maka kalian jelas telah mendapatkannya sebab sungguh telah terjadi pertempuran antara jin kafir dengan jin mukmin.Amr tewas dalam pertempuran itu.Dia itu ular yang kalian lihat dan kalian kuburkan.Dia termasuk jin yang mendengan bacaan Rasul yang kemudian kembali memberi peringatan kepada kaumnya.

PERTEMPURAN ANTARA JIN KAFIR DAN JIN MUKMIN 2
Muadz bin Abdullah menceritakan dihadapan Khalifah Usman ra:Suatu hari saya berada di daerah terpencil,tiba-tiba ada dua badai dari arah berlawanan dan tampak berhadapan.badai-badai itu bertemu dan kelihatan bertempur lalu berpisah.Setelah berpisah badai yang satu nampak menjadi lebih besar dari badai lainnya.Lalu aku mendatangi tempai badai itu bertempur,tiba-tiba kulihat banyak ular yang belum pernah kulihat sebanyak itu sebelumnya berkumpul,yang lebih mengherankan lagi ada bau harum dari salah satu ular-ular itu.Dari sekian ular tersebut ada seekor ular yang berwarna kuning tapi sudah hancur dan sudah mati dan ternyata bau harum itu berasal dari ular itu.Aku menduga bahwa ular yang mati itu adalah ular yang baik,lalu ular itu kubungkus dan kukuburkan.Ketika kuberjalan pulan tiba-tiba kudengar suara memanggilku yang tidak kelihatan orangnya dan bertanya:’Wahai Abdullah apa yang kamu lakukan itu ?sayapun menjelaskannya.Dia lalu menjawab:Wahai Abdullah sungguh kamu adalah orang yang mendapat hidayah dari Allah,kedua badai yang kamu lihat itu pada hakekatnya adalah golongan jin yang bertemu dan terjadi perbedaan pendapat,kemudian berperang.Yang kamu lihat itu adalah sebahagian yang tewas.Adapun yang kamu bungkus itu adalah jin yang mati syahid.Dia adalah salah satu jin yang mendengar wahyu dari Nabi Muhammad SAW.

SHALAT JAMAAH BERSAMA JIN
Ibnu Mas’ud menceritakan:Suatu hari kami bersama Rasulullah SAW,yang berada ditengah-tengah para sahabatnya,tiba-tiba beliau bersabda;Sebaiknya ada dua orang diantara kamu yang berdiri (mengikuti aku) dan seorang yang dalam hatinya terdapat rasa khiyanat jangan mengikuti aku.Kemudian aku yang mengikuti beliau dengan membawa satu tempat air,dan aku yakin bahwa yang berada di dalamnya adalah air,lalu aku segera keluar bersama Rasulullah,sehingga kami sampai di dataran tinggi kita Mekkah,aku melihat segerombol orang yang berkerumun pada suatu tempat.Rasulullah lantas membuat garis untukku seraya bersabda:Berdiri di sini,sampai aku ke sini lagi.
Akupun berdiri di situ dan Rasulullah langsung ke tempat orang-orang yang bergerombol tadi.Kulihat mereka bergerak mengelilingi beliau,yaitu sampai fajar terbit dan datanglah padaku,sedang aku masih dalam keadaan berdiri.Rasul bertanya:Hai Ibnu Mas’ud,apakah kamu masih berdiri demikian itu?.Aku menjawab:Ya Rasulullah,tidaklah telah engkau katakan padaku agar “berdirilah disini sampai aku kesini lagi”Rasul bertanya:Apakah kamu membawa air wudhu?Kujawab:Ya,kemudian aku buka tempat air yang aku bawa tadi tiba-tiba air itu berubah menjadi anggur.Rasul berkata:Itu adalah buah yang bagus dan air yang suci dan mensucikan,berwudhulah dari air itu.Ketika Rasulullah akan shalat,ada dua diantara mereka (para jin) yang menyusul dan berkata kepada Rasul:Ya Rasul,kami senang bila engkau menjadi imam pada shalat kita ini.Kemudian Rasulullah membariskan mereka di belakang beliau dan lantas shala bersama kita.Setelah selesai shalat aku bertanya kepada beliau”siapa mereka itu,ya Rasulullah?”Rasul menjawab:”Mereka adalah jin dari daerah Nashibin,datang pada kami unutk memohon keputusan dari kasus yang terjadi diantara mereka dan yang terakhir mereka minta bekal kepadaku,akupun memberi bekal kepada mereka”Aku bertanya:Apakah disitu tadi ada sesuatu yang engkau berikan kepada mereka sebagai bekal mereka.Rasul menjawab:Mereka aku bekali dengan kotoran dimana kotoran itu setelah jatuh di tangan mereka menjadi buah anggur,demikian juga tulang yang jatuh di tangan mereka langsung menjadi tulang yang masih banyak dagingnya.Pada saat itulah beliau melarang untuk menggunakan kotoran dan tulang sebagai alat bersuci.(HR.Muslim,Ahmad dan Abu Daud).

JIN DIBUNUH OLEH MANUSIA
Ibnu Abi Malaikah menceritakan:Bahwa ada jin yang selalu menampakkan dirinya kepada Siti Aisyah ra.Jin itu nampak seekor ular,aku disuruh membunuh ular tersebut,maka terbunuhlah ular itu.Pada malam harinya aku tidur dan terdengarlah olehku suara yang mengatakan ‘engkau telah membunuh hamba Allah yang muslim.Ucapan itu juga terdengar oleh Siti Aisyah,maka Siti Aisyah berkata:Andaikan hamba Allah itu muslim ia tak akan menampakkan diri terhadap istri-istri nabi SAW.Suara itupun balas menjawab:Ia berani menampakkan diri setelah engkau tertutup dengan pakaianmu dan kedatangannya hanyalah untuk mendengarkan bacaan Al quran.Ketika hari itu mulai pagi,aku disruh unutk membagikan 12.000 dirham kepada fakir miskin.

MANUSIA BERKELAHI DENGAN JIN
Abu Said menceritakan:Ada seorang pemuda yang baru saja melaksanakan pernikahannya.Pada suatu hari keluar bersama Rasul SAW ke jurang khandak.Pada suatu hari Pemuda itu minta izin kepada Rasul SAW,ketika siang telah lebih dari separoh untuk kembali bersama istrinya.Rasulpun mengizinkannya dan disuruhnya membawa pedang karena dikhawatirkan ada yang mengganggunya.Pemuda itupun pulang.
Sesampai di rumah,tiba-tiba istrinya berada di depan pintu dengan berdiri.Pemuda itu akan melepaskan amarahnya dengan menggunakan anak panah.tetapi istrinya yang tidak merasa bersalah lantas mengelak dan berusaha menyadarkan dan memberi pengertian kepada suaminya dengan berkata:’Suamiku,silahkan masuk rumah dulu dan tahan anak panah itu,lalu lihatlah sesuatu dalam rumah ini yang mengakibatkan aku berdiri di depan pintu.Pemuda itupun segera masuk dan tampaklah olehnya seekor ular beras sedang tidur ditempat tidur istrinya,kemudian ia ayunkan anak panah ke arah ular besar tadi dan ular itu dapat ia keluarkan dari kamar sampai rumah bagian depan.Dan disinilah terjadi pertengkaran antara pemuda dan ular besar tadi.(Terdapat dalam kitab Sahih Muslim).

JIN MENGALAHKAN MANUSIA
Abu Bakar bin Muhammad menceritakan:Pada zaman dahulu ada suatu pohon yang disembah-sembah oleh manusia,sehingga ada manusia yang memberanikan diri akan menebang pohon yang dianggapnya sebagai berhala itu.Niatnya ikhlas karena Allah,yaitu demi menyelamatkan manusian sesembahan yang sesat dan salah itu.Maka datanglah jin syaitan yang telah menyamar sebagai manusia dan menemui orang yang ingin menebang pohon itu seraya berkata:Hai manusia,mau kemana engkau ?.Orang itu menjawab:aku akan menebang pohon yang disembah orang banyak itu.Syaitan itu berkata:aku mengerti bahwa engkau tidak menyembah pohon itu dan membenci orang-orang yang menyembahnya.tetapi mereka kan tidak menggangumu,maka biarkanlah merekan mengikuti keyakinan dan kepercayaan mereka sendiri.Orang itu dengan tegas menolak permintaan oraang yang belum ditaunya syaitan,maka syaitan itupun menambahkan:Coba dengarkan kataku ini,pekan ini jangan engkau tebang dan setiap hari engkau akan kukirimi dua dinar dan berada di bawah bantalmu.Orang tua rasanya tertarik pada tawaran syaitan itu dan menanyakan darimana uang itu.Maka syaitan itu mengatakan bahwa masalah uang itu adalah tanggung jawabnya.
Manusia itu ternyata menerima tawaran syaitan,dan setiap hari benar-benar mendapat dua dinar di bawah bantalnya.Tapi pada hari berikutnya syaitan itu ternyata tidak mengirimkan uang yang dijanjikan itu,maka orang itu menjadi marah-marah lalu pergi untuk menebang pohon yang disembah orang banyak itu.Ditengah jalan,manusia yang sudah berubah niatnya itu dihadang oleh syaitan yang telah menjelma sebagai manusia dan bertanya:hai manusia bodoh,mau kemana engkau ?.Orang itu menjawab bahwa akan menebang pohon yang disembah-sembah oleh orang banyak karena Allah.Syaitan itu membantahnya:Bohong engkau,akulah yang menghalangi maksudmu.
Lalu terjadilah pertengkaran antara manusia dan syaitan ini,dan akhirnya kalahlah manusia dan nyaris akan mati karenanya.Syaitan itupun berkata:Hai manusia,saya adalah syaitan yang memberi beberapa dinar untuk merubah niatmu menebang pohon,maka setelah niatmu benar-benar berubah,mudahlah bagiku untuk membanting dan mengalahkan kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar