Doa – doa Nabi Ibrahim
رَبَّنَا وَٱجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً
مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّكَ
أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ
“Ya Tuhan kami terimalah daripada
kami (amalan kami) sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui. Dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha
Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah : 128-129)
Menurut riwayat Al-Baghawy, bahwa Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As membaca do’a ini dikala membina Ka’bah.
رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
”Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap
mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah do’aku. Ya Tuhan kami,
beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin
pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)” (QS. Ibrahim : 40 – 41)
Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Ibrahim As mengucapkan do’a ini sesudah beliau (telah) memperoleh anak Ismail dan Ishaq.
رَبِّ هَبْ لِى حُكْمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّٰلِحِينَ
”(Ibrahim berdo’a): Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan
masukanlah aku kedalam golongan orang-orang yang shaleh. Dan jadikanlah
aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. Dan
jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai Syorga yang penuh
kenikmatan.” (QS. Asy-Syu’ara : 83-85).
Dan menurut keterangan ahli tafsir do’a inilah yang selalu diucapkan oleh Nabi Ibrahim As.
”Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku (seorang anak) dari anak-anak yang shaleh.”
Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Ibrahim memohon dengan do’a ini sebelum memperoleh anaknya Ismail.
رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ
ٱلْمَصِيرُ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا۟
وَٱغْفِرْ لَنَا رَبَّنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
”Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada
Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya
Tuhan kami janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi
orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya
Engkau, Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS.
Al-Mumtahanah :4-5)
Menurut keterangan ahli tafsir Nabi Ibrahim As dan pengikut – pengikutnya selalu berdo’a dengan do’a ini.
Do’a – Do’a Nabi Nuh :
قَالَ رَبِّ إِنِّىٓ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْـَٔلَكَ مَا لَيْسَ لِى بِهِۦ
عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِى وَتَرْحَمْنِىٓ أَكُن مِّنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
”Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon
kepada Engkau sesuatu yang aku tidak mengetahui (hakekatnya). Dan
sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan tidak menaruh belas
kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.
(QS. Hud : 47)
Menurut Al-Qur’an sendiri, do’a inilah yang
diucapkan oleh Nabi Nuh As sesudah ditolak Allah, karena memohon
dilepaskan anaknya (Kan’an) yang kafir dan yang tenggelam.
”Ya Tuhanku tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat.”
Menurut ahli tafsir, do’a inilah yang diucapkan Nabi Nuh As sesudah diselamatkan Allah dari bahaya taufan.
رَّبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِىَ مُؤْمِنًا
وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا
تَبَارًۢا
”Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang
masuk kerumahku dengan beriman dan semua orang beriman yang laki-laki
dan yang perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang
dzalim itu selain binasaan.” (QS. Nuh :28)
Menurut keterangan
ahli tafsir, Nabi Nuh As dikala hendak meminta dibinasakan kaumnya
lantaran ingkar, beliau memohon dengan do’a ini untuk diselamatkan
beserta pengikut-pengikutnya.
Do’a Nabi Zakaria
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُۥ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ
”Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a.” (QS. AL-Imron :38)
Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Zakaria setelah masuk kedalam
mihrabnya dan menguncikan segala pintu, memohon kepada Allah supaya
diberikan kepadanya seorang anak yang diterangkan dalam Al-Qur’an dengan
do’a ini.
وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ
”Ya Tuhanku, Janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkau lah waris yang paling baik.” (QS. Al-Anbiya : 89)
Menurut keterangan ahli tafsir, do’a inilah yang diucapkan Nabi Zakaria As ketika beliau belum memperoleh anak.
Do’a-do’a Nabi Musa
قَالَ رَبِّ ٱشْرَحْ لِى صَدْرِى
”Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku.” (QS
Thaahaa : 25)
Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Musa As dikala merasa takut menghadapi Fir’aun memohon kepada Allah dengan do’a ini.
قَالَ رَبِّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى فَٱغْفِرْ لِى فَغَفَرَ لَهُۥٓ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
”Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku.” (QS. Qashas : 16)
Menurut keterangan ahli tafsir, do’a ini yang diucapkan oleh Nabi Musa As setelah membunuh orang Kurby.
وَٱحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِى
”Wahai Tuhan kami, lepaskanlah aku dari kaum yang dzalim.” (QS Thaahaa : 27)
Do’a inilah yang diucapkan Nabi Musa As ketika meninggalkan Mesir dan menuju ke Mad-yan.
رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
”Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS. AL-Qashash :24)
Do’a inilah yang diucapkan Nabi Musa As ketika sampai di Mad-yan dan menderita kelaparan.
قَالَ رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِأَخِى وَأَدْخِلْنَا فِى رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ
”Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukanlah kami kedalam
Rahmat Engkau dan Engkau adalah Maha Penyayang diantara Para Penyayang.”
(QS. Al-A’raaf : 151)
أَنتَ وَلِيُّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا
وَٱرْحَمْنَا ۖ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْغَٰفِرِينَ أَنتَ وَلِيُّنَا فَٱغْفِرْ
لَنَا وَٱرْحَمْنَا ۖ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْغَٰفِرِينَ
”Engkaulah yang
memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami Rahmat dan
Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya. Dan tetapkanlah untuk kami
kebajikan didunia ini dan akherat. Sesungguhnya kami kembali (bertaubat)
kepada Engkau.” (QS. AL-A’raaf :155-156)
Do’a Nabi Isa :
قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ ٱللَّهُمَّ رَبَّنَآ أَنزِلْ عَلَيْنَا
مَآئِدَةً مِّنَ ٱلسَّمَآءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِّأَوَّلِنَا
وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً مِّنكَ ۖ وَٱرْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ
ٱلرَّٰزِقِينَ
”Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami
suatu kehidupan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya
bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang
sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, beri rezeki kami
dan Engkaulah Pemberi rezeki yang paling utama.” (QS. AL-Maaidah :114)
Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Isa As sesudah bersembahyang dua
rakaat, kemudian menundukkan kepalanya sambil berdo’a dengan do’a ini
serta sambil menangis.
Do’a Nabi Syu’aib :
رَبَّنَا ٱفْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِٱلْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْفَٰتِحِينَ
”Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan yang
hak (adil) dan Engkaulan Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.” (QS.
Al-A’raf : 89)
Menurut ahli tafsir, Nabi Syu’aib setelah putus asa mengajak beriman kaumnya beliau berdo’a dengan do’a ini.
Do’a Nabi Adam :
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
”Ya Tuhan kami, kami telah dzalimkan diri kami sendiri, Jika Engkau
tidak mengampuni kami dan Engkau rahmatkan kami, tentulah kami menjadi
orang yang rugi.” (Al A’raf : 23)
Menurut keterangan AL-Qur’an
sendiri do’a inilah yang diucapkan Nabi Adam dan Hawa sesudah beliau
dikeluarkan dari Syorga dan diusir oleh Tuhan kedunia, dengan memohon
ampun terhadap dosanya dengan do’a ini.
Do’a Nabi Ayyub :
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ
”Ya Tuhanku, bahwasanya aku telah ditimpa bencana, dan Engkaulah Tuhan
yang paling rahim dari segala yang rahim (Penyanyang.” (Al Anbiyaa : 83)
Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Ayyub As dikala mendapat cobaan dari Allah lalu berdo’a dengan do’a ini.
Do’a Nabi Sulaiman :
رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ
وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى
بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ
”Ya Tuhanku,
berikanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau
anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk
mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhoi dan masukkanlah aku dengan
rahmat-Mu kedalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.” (QS. An-Naml :
19)
Menurut keterangan ahli tafsir, do’a inilah yang diucapkan
Nabi Sulaiman As, sesudah memperoleh kerajaan yang besar dari Allah SWT.
Do’a – Do’a Nabi Luth :
رَبِّ نَجِّنِى وَأَهْلِى مِمَّا يَعْمَلُونَ
(Luth berdo’a) : “Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari
(akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.” (QS. Asy-Syu’araa :169)
Menurut keterangan ahli tafsir, do’a inilah yang diucapkan Luth untuk
memohon supaya beliau dan keluarganya dipelihara Allah dari tindakan
kaumnya yang buruk itu. “Tuhanku, tolonglah aku terhadap kaum yang
berbuat kerusakan.”
Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Luth
berdo’a dengan do’a ini sesudah kaumnya meminta supaya mereka beri
bencana oleh Allah sekiranya kalau Luth benar-benar seorang Nabi.
Do’a Nabi Yusuf :
رَبِّ قَدْ ءَاتَيْتَنِى مِنَ ٱلْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِى مِن تَأْوِيلِ
ٱلْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ أَنتَ وَلِىِّۦ فِى
ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِى مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِى
بِٱلصَّٰلِحِينَ
Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah
menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan
kepadaku sebahagian ta’bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi.
Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam
keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.” (QS.
Yusuf :101)
Menurut keterangan ahli tafsir, Nabi Yusuf memohon kepada Allah dengan do’a ini dikala beliau dijadikan wazir Negara Mesir.
Do’a Nabi Yunus :
وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَٰضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ
عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَٰتِ أَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ
سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ
”Bahwa tidak ada
Tuhan selain Engkau Maha Suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah termasuk
orang-orang yang dzalim.” (QS. Al-Anbiya :87)
Menurut keterangan ahli tafsir, inilah tasbih yang diucapkan Nabi Yunus dikala beliau ditelan ikan.
Do’a – Do’a Nabi Muhammad :
وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
”Wahai Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan dunia dan kebaikan di
akhirat dan periharalah kami dari adzab neraka.” (QS Al Baqarah : 201)
Menurut riwayat Al-Baghawy dari Anas ra, do’a inilah yang selalu diucapkan Nabi Muhammad (lihat tafsir Al-Baghawy I :158)
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا
وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن
قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ
وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا
فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
”Ya Tuhan kami,
Janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan
kami, Janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana
Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami,
Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami
memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami.
Engkaulah penolong kami maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.
(QS. Al-Baqarah : 286)
Menurut riwayat Al-Baihaqy, Nabi Muhammad
bersabda : ”Dua ayat dari akhir AL-Baqarah, apabila seseorang membacanya
dimalam hari, maka terpeliharalah ia dari segala bencana.”
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ
”Ya Allah, Janganlah Engkau palingkan hati kami setelah menerima
petunjuk Engkau, dan berilah kami akan Rahmat dari Engkau. Sesungguhnya
Engkau adalah Dzat yang banyak pemberiannya.” (QS. Al-Imran : 8)
Menurut riwayat AL-Baghawy, Nabi bersabda : ”Segala jiwa manusia
terletak antara dua tangan Tuhan, Tuhan memerengkan dan Tuhan
melempangkannya. Karena itu Nabi berdo’a selalu mengucapkan : Allahumma
ya muqallibal qulubi tsabit qulubana ’ala diinika.
رَبَّنَآ إِنَّكَ جَامِعُ ٱلنَّاسِ لِيَوْمٍ لَّا رَيْبَ فِيهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُخْلِفُ ٱلْمِيعَادَ
”Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk
(menerima pembalasan) pada hari yang tak ada keraguan padanya.”
Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (QS. Al-Imran : 9)
قُلِ
ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ
ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ
بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
”Katakanlah : Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan
kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau Cabut kerajaan
dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau
kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Ditangan
Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala
sesuatu. Engkau masukkan malam kesiang dan Engkau masukkan siang kedalam
malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan
yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau
kehendaki tanpa hisap. (QS. Ali Imran : 26-27)
Menurut riwayat
Al-Baghawy bahwa Rasulullah SAW bersabda : Fatihatul Kitab dan dua ayat
dari Al – Imron yaitu dari ayat 26-27 bila dibaca dibelakang shalat,
niscaya Tuhan menjanjikan Syorga untuknya.
وَقُل رَّبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَٱجْعَل لِّى مِن لَّدُنكَ سُلْطَٰنًا نَّصِيرًا
”Ya Tuhanku, masukkanlah aku dengan cara yang baik dan keluarkanlah aku
dengan cara yang baik dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau
kekuasaan yang menolong.” (QS. Al-Israa : 80)
Menurut keterangan
ahli tafsir, Nabi SAW berdo’a dengan do’a ini memohon kepada Allah
supaya beliau dapat mengalahkan musuh-musuhnya sesudah berkediaman di
Madinah.
فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ
بِٱلْقُرْءَانِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰٓ إِلَيْكَ وَحْيُهُۥ ۖ وَقُل
رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا
”Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang
sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an
sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya
Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan“
Menurut
keterangan ahli tafsir, do’a inilah yang diucapkan Nabi untuk memperoleh
faham yang luas dalam memahamkan ayat-ayat Allah.
قَٰلَ رَبِّ ٱحْكُم بِٱلْحَقِّ ۗ وَرَبُّنَا ٱلرَّحْمَٰنُ ٱلْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ
”Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami ialah Tuhan
Yang Maha Pemurah lagi yang dimohonkan pertolongan-Nya terhadap apa yang
kamu katakan.” (QS. Al-Anbiyaa : 112)
Menurut keterangan ahli
tafsir, do’a inilah yang diucapkan Nabi Muhammad sebelum beliau
memperoleh kemenangan perang Badar. (Al-Khazim 4 : 264)
رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِى فِى ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
”Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada diantara orang-orang yang dzalim.” (QS. Al_Mukminun : 94)
Menurut keterangan ahli tafsir do’a inilah yang diucapkan Nabi Muhammad
supaya dipelihara Allah dari bencana yang mungkin menimpa kaum yang
dzalim.
وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَٰتِ ٱلشَّيَٰطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ
”Ya Tuhanku aku berlindung kepada-Mu dari bisikan – bisikan syaithan.
Dan Aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku dari kedatangan
mereka kepadaku.” (QS. Al-Mukminun : 97-98)
Menurut keterangan
ahli tafsir inilah salah satu do’a yang diperintahkan supaya Nabi
membacanya : Karena do’a ini sering sekali meminta perlindungan dengan
membaca do’a ini, yang tersebut dalam Iftitah shalat. (Lihat Al-Khazim, 5
: 36)
Wallahu a’lam bis-Shawab
Catatan :
Do'a untuk dipermudahkan segala urusan
Doa ini sangat bagus diucapkan jika kita sedang menghadapi suatu tantangan, permasalahan, cobaan, tugas,atau ujian. Dahulu doa ini diucapkan oleh Nabi Musa a.s ketika dia mendapat perintah dari Alloh utk berdakwah pada Fir'aun. Waktu itu Nabi Musa mempunyai kelemahan pada lidahnya yang kaku. Cara Pengamalan nya: 1. Baca Istigfar 100x 2. Baca Sholawat Nabi 100x 3. Baca Lahaola wala quwwata 100x 4. Baca Do'a ini 21x setiap habis sholat Isya, dan Baca 3x ketika kita mempunyai masalah, tugas, ujian, dan akan menghadapi nya.
استغفرالله العظيم
اَللَّهُمَّ صلي علي سيدنا محمد لاحول ولاقوة الا ب الله العلي العظيم
رَبِّ ا شْرَحْ لِيْ صَدْرِ وَيَسِّرْلِيْ اَمْرِيْ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِيْ يَفْقَهُوْ قَوْلِيْ
Robbisy rohlii shodri wa yassyirlii amrii wahlul uqdatammillisaanii yafqohuu qoulii. Qs Thaaha 20 : 25 - 28
Artinya: "Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku." (Qs Thaaha 20 : 25 - 28)
Membaca Istigfar adalah agar kita selalu minta ampun pada Alloh atas dosa2 yang pernah kita lakukan, membaca Sholawat sebagai kecintaan kita kepada Nabi Muhammad, dan Lahaola sebagai pasrah nya kita kepada Alloh, karena hanya atas kehendak dan kuasa Nya apa yang kita maksudkan bisa tercapai. Berdoa saat mengalami kesulitan,
اَللَّهُمَّ لا سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَ أَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
Allaahumma Laa Sahla Illaa Maa Ja’altahu Sahlaa Wa Anta Taj’alul Hazna Idza Syi’ta Sahlaa
“Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Dan apabila Engkau berkehendak, Engkau akan menjadikan kesusahan menjadi kemudahan.”
(HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya no. 2427, Ibnu Sunni dalam Amal al-Yaum wa al-Lailah no. 351, Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashfahan: 2/305, Imam Al-Ashbahani dalam al-Targhib: 1/131. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Silsilah Shahihah 6/902, no. 2886 dan mengatakan, “Isnadnya shahih sesuai syarat Muslim.”)
Semoga bermanfaat untuk semua