Risalah kecil ini saya buat mengingat beberapa hari yang lalu ada anak salah seorang kakak saya bertanya kepada kakaknya: "Kak Ridha, Allah itu dimana?" Lalu si kakak yang masih berumur 6 tahun ini menjawab: Allah itu ghaib sayaaang, gak bisa ditanya dimana tempat-Nya." Sungguh bijak jawaban kakak ini, lebih bijak daripada orang-orang dewasa yang mengatakan Allah di atas langit. Allah bisa dijumpai dengan pesawat jet yang canggih. Laa haulun wala quwwatun illa Billah.
Saya kira bukan adik kakak ini saja yang sering menanyakan Allah kepada ibunya, tetapi anak2 Sodara-sodara juga pasti melakukan hal yang serupa, begitu pula dengan anak saya nanti. Kira-kira apa yah yang akan kita jawab ketika anak kita bertanya; "Dimana Allah?"
Saya kira ini sangat penting, mengingat pendidikan anak mesti kita lakukan sejak dini, terlebih pendidikan tentang Allah. Subhanallah, alangkah bahagianya kita jika tidak hanya ilmu membaca alquran saja yang kita tanamkan kepada anak-anak sejak dini, tetapi ilmu tentang Allah jauh lebih penting, agar kelak anak-anak kita bukan hanya menjadi seorang hamba yang qur'ani tetapi juga mejadi seorang insan yang robbani.
وَلَكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينََ
"Tetapi jadilah hamba yang mengenal Tuhan…" (Al-Baqarah: 79)
Bahagianya kita jika sedari kecil anak-anak kita tidak diajarkan pemahaman yang rosak dan aqidah yang menyimpang tentang Allah. Kata Kak Ulfah: "Kalau kita kenalkan Allah sampai Allah dicintai dan ditakuti anak2 akan aman, tdk berani buat jahat sedang sendiri ataupun ramai...krn cinta dan takutkan Allah kunci segala kebaikan..^^."
Jangan seperti saya kecil dulu, saya kira Allah tempatnya di langit, Allah itu seperti Superman, kalau hujan turun saya kira Allah lagi mandi, kalau ada guntur saya kira Allah sedang geser kursi dan sebagainya. Jadi kalau mau buat jahat, pasti Allah gak akan tahu karena Allah sama kaya' kita. Wal 'iyadzubillah min hadzal fahm. Makanya sekecil apapun kita hindarkan dari Allah yang Maha Suci dan Maha Tinggi segala bentuk dan penyerupaan (tasybih). Jadilah seperti Ridha di atas, seorang gadis enam tahun yang bijak, yang aku yakin bukan hasil didikan biasa yang juga dari orang biasa, tapi ini adalah hasil tarbiyah dari dua orang tua yang luar biasa.
Untuk memudahkan kita-kita yang awam, maka saya format artikel ini dalam bentuk dialog. Simak dialog antara ibu dengan anak di bawah ini::
Anak: "Ma, Allah itu dimana ci?"
Ibu: "Allah tidak bisa ditanya dengan "dimana" sayaaang, karena Allah tidak bertempat. Bahkan Allah sudah ada sebelum tempat diadakan.
Anak: "Yang ngadakan tempat ciapa Ma?
Ibu: "Allah dong sayaaang."
Anak: "Tapi tadi pagi, adek waktu maulid di cekolah dengal Pak Ustad celita kalau dulu ada calah ceolang cahabat Nabi Muhammad yang punya budak Mah, budaknya ini diculuh jaga kambing, eh tak taunya kambingnya dimakan cama cligala. Padahal cahabat itu udah belcumpah akan menjadikan kambing itu cebagai hadiah untuk Nabi. Telus cahabat itu malah2 (red:marah2) Ma, budaknya didamplat.(red: damprat)"
Ibu: "Terus?"
Anak: "Ci Cahabat itu kecal bangat Mah,. Telus dia mau menjadikan budaknya itu caja cebagai penebus buat kafalat (red:kafarat) cumpahnya yang gak jadi dilakcanakan gala2 kambingnya uda dimakan cligala."
Ibu: "Terus-terus?" *si ibu penasaran*
Anak: "Ci budak akhilnya mendatangi Nabi Muhammad dan ngelapol, kalau dia ingin menebus cumpah na."
Ibu: "Terus Nabi Muhammad bilang apa?"
Anak: "Nabi Muhammad nyuluh manggil budaknya itu. Pas uda datang, Nabi nanyain budak itu Ma."
Ibu: "Nabi nanya apa Dek?"
Anak: "Nabi nanya: "Dimana Allah?" Telus budak itu menjawab: "Di langit"."
Ibu: "Terus budak itu dibebasin?"
Anak: " Iya Mah, budak itu dibebacin cama Nabi gala2 bilang Allah di langit.
Ibu: "Adek sayaaang, dalam agama kita, syarat budak dibebaskan untuk menebus sumpah adalah budaknya harus budak yang mukmin, maksud mamah budak yang beriman, gak boleh budak yang kafir. Jadi Nabi bukan ingin menanyakan tempatnya Allah dimana, tapi ingin mengetest iman si budak tersebut, apakah dia beriman atau tidak."
Anak: "Tapi kenapa nanyanya pakai "dimana Allah" Mah?"
Ibu: "Karena Rasulullah ingin mengetest iman si budak, apakah si budak meyakini Tuhannya adalah Tuhan yang ada di langit; Tuhan yang selalu orang-orang Islam panjatkan doa kepada-Nya itu, atau tuhan yang ada di bumi; tuhan-tuhannya orang-orang musyrik. Kalau tuh budak jawabnya; di bumi, habislah perkara, bukan mukminlah dia, tak jadi bebaslah dia. Tapi kalau ntuh budak jawabnya di langit, selamatlah tuh budak, maka bebaslah dia"
Anak: "Owh jadi ditanya "dimana", hanya cebagai paladokci (red: paradoksi) aja ya Ma? *Duh nih bocah celat-celat tau pula' dia komparatif*
Ibu: "Kamu pinter sayang, betul sekali. Agar si budak hanya tinggal menjawab apakah yang di bumi atau yang di langit. Tapi maksud Nabi bukan mau menanyakan tempat, namun ada yang lebih penting dari itu; yaitu Tuhan kamu Allah apa berhala? Begitu sayang."
Anak: "Mama ngalang (red: ngarang) ah."
*Gubraaaaaaaaaaaaak ^%$%%(^%$%#*
Ibu: "Bukan ngarang sayaaang, itu yang diajarin Papa. Lihat dong buktinya; terakhir di akhir dialog, Nabi tanya dirinya siapa kan sama budak itu?"
Anak: "Eh iya Mah betul, adek lupa, telakhil Nabi bilang cama budak itu: Aku ini ciapa? Telus budak itu jawab: Engkau adalah utusan Allah."
Ibu: "Naaaaaah, itu dia, itukan bukti bahwa sebenarnya Nabi ingin menanyakan syahadat si budak itu, bukan nanyakan tempat Allah dimana dengan sebenar-benar tempat. Sekarang mama tanya sama adek, pasangan dua kalimat syahadat: Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah apa?"
Anak: "Asyhadu an Laa ilaha illAllah"
Ibu: "Nah itulah dia bukti iman, yang menjadi syarat seseorang itu beriman apa tidak, bukan tempat Allah ada dimana. Tahu tempat Allah dimana; bukan syarat iman Dek. Adek kalau mau tahu seseorang itu beriman apa tidak, adek mesti tanya siapa Tuhannya dan siapa Rasulnya? Bukan tanya dimana tempat Tuhannya.
Anak: "Hmmm, tapi adek belum puas. Kila-kila, mamah punya bukti laen gak untuk menguatkan pelkataan mamah." *Nih bocah mirip ane waktu kecil banget Gan, kritis bangat*
Ibu: "Owh tentu. Bentar yah mama buka kitab dulu. Nah ini dia:
Hadits-hadits ini sama seperti hadits yang adek ceritakan, cuman berbeda jalur periwayatan dan redaksi saja, tapi maksudnya sama, menceritakan budak yang menjaga kambing itu:
عن ابن جريج قال: أخبرنى عطاء أن رجلا كانت له جارية فى غنم ترعاها وكانت شاة صفى- يعنى غزيرة فى غنمه تلك- فأراد أن يعطيها نبى الله صلى الله عليه وسلم فجاء السبع فانتزع ضرعها فغضب الرجل فصك وجه جاريته فجاء نبى الله صلى الله عليه وسلم فذكر ذلك له وذكر أنها كانت عليه رقبة مؤمنة وافية قد هم أن يجعلها إياها حين صكها، فقال له النبى صلى الله عليه وسلم: إئتنى بها! فسألها النبى صلى الله عليه وسلم: أتشهدين أن لا إله إلا الله؟ قالت: نعم. وأن محمدا عبد الله ورسوله؟ قالت: نعم. وأن الموت والبعث حق؟ قالت: نعم. وأن الجنة والنار حق؟ قالت: نعم. فلما فرغ، قال: اعتق أو أمسك!
Dari Ibnu Juraij, ia berkata: Aku dikhabarkan oleh `Atha`, bahwasanya seorang laki-laki memiliki seorang budak perempuan yang dipekerjakannya untuk mengembalakan kambingnya dan kambing-kambing ini merupakan kambing pilihan – yakni dari kambingnya yang banyak itu-. Kemudian ia bermaksud memberikannya (kambing tersebut) kepada Nabi Saw.. Lalu tibalah binatang buas dan menerkam kambingnya. Si laki-laki kemudian marah dan menampar wajah budak perempuan. Si lak-laki lantas mendatangi Nabi Saw. dan menyebutkan semua yang terjadi kepada Nabi Saw.. Ia juga menyebutkan bahwa ia mesti membebaskan seorang budak yang beriman sebagai kafarah dan ia bermaksud untuk menjadikan budak ini sebagai budak yang dibebaskannya ketika ia menamparnya itu. Maka Rasul Saw. berkata kepadanya: “Datangkanlah ia kepadaku!”. Rasul Saw. kemudian menanyainya (budak wanita): “Apakah engkau bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah?” Ia menjawab: “Iya”. Dan “bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah?” Ia menjawab: “Iya”. Dan “kematian serta kebangkitan adalah sesuatu yang haq?” Ia menjawab: “Iya”. Dan “surga dan neraka dalah haq?” Ia menjawab: “Iya”. Ketika selesai dialog tersebut, Rasul Saw. mengatakan: “Bebaskanlah ia atau tetap bersamamu!” (Hadits riwayat Mushannaf Abdur Razzaq)
Terus mamah masih punya hadits satu lagi, yang ini riwayat Imam Malik:
وَحَدَّثَنِى مَالِكٌ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ رَجُلاً مِنَ الأَنْصَارِ جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِجَارِيَةٍ لَهُ سَوْدَاءَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ عَلَىَّ رَقَبَةً مُؤْمِنَةً فَإِنْ كُنْتَ تَرَاهَا مُؤْمِنَةً أُعْتِقُهَا. فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَتَشْهَدِينَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ؟ ». قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ « أَتَشْهَدِينَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ. قَالَ « أَتُوقِنِينَ بِالْبَعْثِ بَعْدَ الْمَوْتِ؟ ». قَالَتْ: نَعَمْ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَعْتِقْهَا ».
Disampaikan kepadaku oleh Imam Malik: dari Syihab dari `Ubaidillah Bin Abdullah Bin `Uthbah Bin Mas`ud bahwasanya seorang laki-laki dari kalangan Anshar mendatangi Rasul Saw. ia memiliki seorang budak wanita berkulit hitam dan berkata: Wahai Rasul Saw. sesungguhnya saya mesti membebaskan seorang budak beriman, jikalau engkau melihatnya beriman, maka bebaskanlah ia. Maka Rasul Saw. berkata kepadanya (budak wanita) “Apakah engkau bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah?” Ia menjawab: “Iya”. Dan “apakah engkau bersaksi bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah?” ia menjawab: “Iya”. Dan “apakah engkau meyakini adanya kebangkitan setelah kematian?! Ia menjawab: “Iya”. Rasul Saw. kemudian mengatakan : “bebaskanlah ia”
Anak: "Hiufth panjang bangat Mah.Oleng pala adek baca na"
Ibu: "Yeee, kan adek tadi yang minta dalil. Ckckckck. Nah jadi riwayat yang adek ceritakan tadi harus kita gabungkan dengan riwayat yang ada sama mamah. Setelah kita gabungkan, baru kita ambil kesimpulan. Adeeek, baca hadits itu gak boleh separoh-separoh, gak boleh satu rriwayat saja, tapi harus membaca dan menggabungkan semua riwayat yang berkenaan, agar kita gak salah dan sepihak dalam menyimpulkan. Begitu papah adek bilang.
Adek: "Owh…ai ci.. ai ci… (red:i see.. i see)"
-T A M A T-
Nah begitulah Sodara-sodaraku yang budiman, artikel ini sengaja saya buat dalam bentuk tanya jawab agar lebih mudah dipahami bagi yang awam. Lalu sebenarnya bagaimana bunyi redaksi hadits yang diceritakan oleh si Adek yang bersumber dari ustadnya tadi. Berikut saya cantumkan:
حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَتَقَارَبَا فِي لَفْظِ الْحَدِيثِ قَالَا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ حَجَّاجٍ الصَّوَّافِ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ هِلَالِ بْنِ أَبِي مَيْمُونَةَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ الْحَكَمِ السُّلَمِيِّ قَالَ
بَيْنَا أَنَا أُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ عَطَسَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ فَقُلْتُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَرَمَانِي الْقَوْمُ بِأَبْصَارِهِمْ فَقُلْتُ وَا ثُكْلَ أُمِّيَاهْ مَا شَأْنُكُمْ تَنْظُرُونَ إِلَيَّ فَجَعَلُوا يَضْرِبُونَ بِأَيْدِيهِمْ عَلَى أَفْخَاذِهِمْ فَلَمَّا رَأَيْتُهُمْ يُصَمِّتُونَنِي لَكِنِّي سَكَتُّ فَلَمَّا صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبِأَبِي هُوَ وَأُمِّي مَا رَأَيْتُ مُعَلِّمًا قَبْلَهُ وَلَا بَعْدَهُ أَحْسَنَ تَعْلِيمًا مِنْهُ فَوَاللَّهِ مَا كَهَرَنِي وَلَا ضَرَبَنِي وَلَا شَتَمَنِي قَالَ إِنَّ هَذِهِ الصَّلَاةَ لَا يَصْلُحُ فِيهَا شَيْءٌ مِنْ كَلَامِ النَّاسِ إِنَّمَا هُوَ التَّسْبِيحُ وَالتَّكْبِيرُ وَقِرَاءَةُ الْقُرْآنِ أَوْ كَمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي حَدِيثُ عَهْدٍ بِجَاهِلِيَّةٍ وَقَدْ جَاءَ اللَّهُ بِالْإِسْلَامِ وَإِنَّ مِنَّا رِجَالًا يَأْتُونَ الْكُهَّانَ قَالَ فَلَا تَأْتِهِمْ قَالَ وَمِنَّا رِجَالٌ يَتَطَيَّرُونَ قَالَ ذَاكَ شَيْءٌ يَجِدُونَهُ فِي صُدُورِهِمْ فَلَا يَصُدَّنَّهُمْ قَالَ ابْنُ الصَّبَّاحِ فَلَا يَصُدَّنَّكُمْ قَالَ قُلْتُ وَمِنَّا رِجَالٌ يَخُطُّونَ قَالَ كَانَ نَبِيٌّ مِنْ الْأَنْبِيَاءِ يَخُطُّ فَمَنْ وَافَقَ خَطَّهُ فَذَاكَ قَالَ وَكَانَتْ لِي جَارِيَةٌ تَرْعَى غَنَمًا لِي قِبَلَ أُحُدٍ وَالْجَوَّانِيَّةِ فَاطَّلَعْتُ ذَاتَ يَوْمٍ فَإِذَا الذِّيبُ قَدْ ذَهَبَ بِشَاةٍ مِنْ غَنَمِهَا وَأَنَا رَجُلٌ مِنْ بَنِي آدَمَ آسَفُ كَمَا يَأْسَفُونَ لَكِنِّي صَكَكْتُهَا صَكَّةً فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَظَّمَ ذَلِكَ عَلَيَّ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا أُعْتِقُهَا قَالَ ائْتِنِي بِهَا فَأَتَيْتُهُ بِهَا فَقَالَ لَهَا أَيْنَ اللَّهُ قَالَتْ فِي السَّمَاءِ قَالَ مَنْ أَنَا قَالَتْ أَنْتَ رَسُولُ اللَّهِ قَالَ أَعْتِقْهَا فَإِنَّهَا مُؤْمِنَةٌ
Diriwayatkan dari Atho' bin Yassar dari Mu`awiyah Bin Hakam Al Sulamiy: Ketika saya shalat bersama Rasulullah Saw. ada seorang laki-laki yang bersin, lantas saya mendo`akannya dengan mengucapkan yarhamukaLlah. Semua orang yang shalat lantas melihat kepadaku dan aku menjawab: “Celaka kedua orangtua kalian beranak kalian, ada apa kalian melihatku seperti itu?!” Kemudian mereka memukulkan tangan mereka ke paha-paha mereka. Aku tahu mereka memintaku untuk diam, maka akupun diam. Ketika telah selesai Rasul Saw. menunaikan shalat, demi ayah dan ibuku, aku tidak pernah melihat sebelum dan sesudahnya seorang guru yang lebih baik cara mendidiknya daripada Rasul saw.. Demi Allah, beliau tidak menjatuhkanku, tidak memukulku, dan juga tidak mencelaku. Beliau hanya berkata: “Sesungguhnya shalat ini tidak boleh ada perkataan manusia di dalamnya. Di dalam shalat hanyalah terdiri dari tasbih, takbir dan bacaan al Qur`an.” Atau sebagaimana yang dikatakan oleh Rasul saw.. Aku kemudian menjawab: “Wahai Rasul Saw. sesungguhnya aku adalah seorang yang baru saja berada di dalam kejahiliyahan kemudian datang islam. Dan sesungguhnya diantara kami masih ada yang mendatangi para dukun. Beliau berkata: “Jangan datangi mereka!” Aku kemudian menjelaskan bahwa diantara kami masih ada yang melakukan tathayyur (percaya terhadap kesialan dan bersikap pesimistis). Beliau mengatakan: “Itu hanyalah sesuatu yang mereka rasakan di dalam diri mereka, maka janganlah sampai membuat mereka berpaling (Kata Ibnu Shabbah: maka janganlah membuat kalian berpaling). Kemudian ia melanjutkan penjelasan: Aku berkata: dan sesungguhnya diantara kami ada yang menulis dengan tangan mereka. Rasul Saw. berkata: dari kalangan Nabi juga ada yang menulis (khat) dengan tangan, barangsiapa yang sesuai apa yang mereka tulis, maka beruntunglah ia. Dia kemudian berkata: saya memiliki seorang budak perempuan yang mengembalakan kambing di sekitar bukit Uhud dan Jawwaniyyah. Pada suatu hari aku memperhatikan ia mengembala, ketika itu seekor srigala telah memangsa seekor kambing. Aku adalah seorang anak manusia juga. Aku bersalah sebagaimana yang lain. Kemudian aku menamparnya (budak wanita) dengan sekali tamparan. Maka kemudian aku mendatangi Rasul Saw.. Rasul Saw. menganggap itu adalah suatu hal yang besar bagiku. Akupun berkata: “Apakah aku mesti membebaskannya?” Rasul Saw. menjawab: “Datangkanlah ia kesini!”. Kemudian akupun mendatangkan budak wanita tersebut ke hadapan Rasul Saw.. Rasul Saw. kemudian bertanya: “Dimanakah Allah?”, maka ia (budak wanita) menjawab: “Di langit”, Rasul Saw. bertanya lagi: “Siapa aku?”, maka ia menjawab: “Anda Rasul Allah”. Lalu Rasul Saw. bersabda: “Bebaskanlah ia karena ia adalah seorang yang beriman” (HR. Muslim)
Hehe panjang bukan?! Awas oleng bacanya kaya' si adek.
Hadits ini riwayat Muslim, walaupun dia kuat secara sanad tetapi lemah secara matan. Karena hadits ini adalah hadits idhtirob, yaitu hadits yang berbenturan redaksinya terhadap redaksi hadits dari jalur periwayatan yang lain. Coba lihat hadits Muslim ini yang menggunakan redaksi: "Dimana Allah" dan bandingkan dengan dua hadits lain di atasnya yang menggunakan redaksi "Apakah engkau bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah?"
Secara konteks, jelas pertanyaan: "Apakah engkau bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah?" lebih tepat daripada pertanyaan "Dimana Allah" dalam membuktikan iman seorang hamba. Artinya apa? Ada kemungkinan besar terjadi perubahan lafal oleh salah satu perawi dalam hadits Muslim. Sebagaimana telah masyhur bahwa Imam Muslim juga terkadang meriwayatkan hadits dengan makna dan bukan dengan teks
Dan jika ditimbang dengan ushul-ushul aqidah kita Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang disimpulkan dari Alquran dan Sunnah, sangat mustahil Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menanyakan tempat Allah dimana, sebab Rasulullah adalah orang yang faham betul bahwa laisa kamitslihi syai'un itu berlazimkan Allah tiada bertempat sebagaimana makhluk bertempat.
Toh kalaupun memang benar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bertanya seperti itu, bukan berarti Rasulullah ingin mengetahui tempat Allah sebagaimana yang sudah dijelaskan si ibu di atas tadi, tetapi hanya ingin menguji iman budak tersebut, apakah menyembah Allah atau menyembah berhala.
Lalu kenapa Imam Muslim dengan pedenya menuliskan dalam shohihnya dengan redaksi "dimana Allah"? Apa beliau gak takut dibilang menyamakan Allah dengan makhluk?!
Jawabnya karena Imam Muslim adalah seorang salaf, salaf itu fitrahnya lurus, hatinya bersih, lughahnya fashih, akalnya baligh dan bashirohnya jernih. Ketika mereka mendengar Allah 'di langit', 'tangan' Allah, 'wajah' Allah, 'bayangan' Allah dan sebagainya sebagaimana yang terdapat di dalam nash-nash alquran dan sunnah, mereka tidak memaknakannya secara zhohir, tetapi mereka memaknakannya sesuai dengan yang diridhoi Allah dan yang layak bagi Allah. Inilah yang menyebabkan mereka diam dan tidak banyak komen, karena mereka semua masing-masing sudah tahu bagaimana seharusnya bermua'ammalat terhadap nash-nash mutasyabihat; cukup mengimani saja, yakini datangnya dari Allah, tak perlu ditafsir2kan.
يَقُولُونَ آَمَنَّا بِهِ
"…mereka berkata kami beriman dengan ayat-ayat mutasyabihat…" (Ali Imran:7)
Jadi tidak norak sebagaimana yang terjadi pada sekelompok kaum muslimin saat ini dimana mereka begitu menggembor-gemborkan ayat-ayat mutasyabihat. Sampai-sampai mau masuk kuliahpun ujian seleksinya yang ditanyanya adalah: "dimana Allah?". Mau dapat beasiswa juga ditanyanya "dimana Allah?" ampe2 mau ngelamar anaknye nanti juga takutnya ntar ditestnya: "dimana Allah?"
Harooom…haroooom…harooom ya Akhi…
Kalimat tanya "dimana Allah?" ini tidak dimasyru'kan dalam syariat. Ini adalah bid'ah terbesar yang pernah ada dimuka bumi.
وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة في النار
"Setiap yang bid'ah adalah sesat dan setiap yang sesat di neraka" (HR Muslim)
Jangan tergelincir dengan zhohir teks hadits budak riwayat Muslim di atas. Para ulama dan ustadz sudah memberikan tabayunnya. Bukalah mata kepala kita, buka mata hati kita. Jangan baca satu riwayat saja, jangan baca satu pendapat saja, jangan ikut satu kelompok saja!
Kita bukan salaf, tapi hanya bisa mencontoh apa yang mereka perbuat. Namun amal ibadah kita tak akan mampu mengimbangi amal ibadah salaf. Hasil mujahadah kita tak akan mampu menyamai hasil mujahadah salaf. Begitu pula pemahaman kita terhadap nash-nash alquran tidak akan mampu menyamai pemahaman mereka terhadap nash-nash alquran. Kita hanya mampu membaca alquran sampai kerongkongan saja, sementara mereka sampai kepada hati yang terdalam. Kita memahami 'wajah' Allah hanya sebatas wajah saja, sementara mereka memahami wajah Allah bukan hanya wajah itu, tapi lebih daripada itu, wajah dalam artian sesuatu yang tak terdefinisikan lagi dan tak terungkapkan, maka mereka banyak yang diam, gak banyak komplain dan berkata kepada orang: "Serahkan saja kepada Allah maknanya" seolah-olah mereka ingin mengatakan hanya Allah yang mampu mengungkapkan maknanya sebab itu 'kata-kata' Allah.
كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا
"…semuanya itu adalah dari Tuhan kita" (Ali Imran:7)
Kita hanya mampu imroruha kama ja'at (melewatinya sebagaimana ia datang), so jangan diapa-apain, jangan ditafsirin, jangan ditakyif, jangan ditasybih dan juga jangan dita'thil, sebab: tafsiruha qiro'atuha (tafsirnya adalah bacaannya) bukan makna zhohir lughawinya.
Apapun yang terlintas di benak kita, maka kembalikanlah kepada ayat-ayat yang muhkamat. Ayat muhkamatlah sebagai ummul qur'an, tempat kita kembali kepada 'ibu' kita ketika kita menemukan problem dan merasakan kesamaran di dalam ayat-ayat mutasyabihat. Ayat muhkamat tempat kita berpedoman dalam membangun ushul-ushul aqidah kita. Adapun ayat-ayat mutasyabihat hanya untuk menguji kita, cukup imani saja Dan di antara ayat muhkamat itu adalah:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Tidak serupa dengan-Nya segala sesuatu dan Dia Maha mendengar lagi Maha melihat" (Asy-Syura: 11)
Mafhum dari ayat Asy-Syura di atas adalah Allah tidak sama dengan apapun dalam bentuk apapun,
Maka imamnya ahlul bait Imam Ja'far Shodiq radhiyallahu anhu jauh-jauh hari sudah mengajarkan kepada kita semua suatu rumus agar kelak kita tidak terombang-ambing dalam kebingungan kepikir akan Dzat Allah Subhanahu wa Ta'ala, yaitu rumus:
كل ما خطر ببالك فالله بخلاف ذالك
"Segala apa yang terlintas di benak kamu, maka Allah tidak sama dengan itu"
Wallahu a'lam.
Jumat, 30 Januari 2015
Memakai keranda pertama
Siapakah orang yg pertama kali memakai keranda yg ada tutupnya dalam islam ?
Yang pertama kali memakai keranda yg ada tutupnya dalam islam adalah Fatimah Az Zahro -semoga Allah meridhoinya- putri Rasululloh shollallohu alaihi wasallam.
Kisahnya sbb :
Fatimah -semoga Allah meridhoinya- berkata kepada Asma’ binti Umais,
“Saya tidak senang atas apa yang diperbuat terhadap wanita jika meninggal. Jenazah mereka hanya ditutupi dengan kain kafan sehingga lekuk tubuhnya terlihat,” kata Fatimah kepada Asma’ .
“Apakah engkau mau aku tunjukkan sesuatu yang pernah aku lihat di Habasyah?” ujar Asma’.
Asma’ lalu membuat semacam keranda. Kerangkanya terbuat dari pelepah kurma, sedangkan bagian luarnya ditutup dengan kain. Dengan begitu, jenazah yang dibawa dengan keranda itu tidak terlihat dari luar.
Begitu Fatimah melihat keranda itu, ia berkata.
" betapa bagus dan indahnya ! "
Ia lalu berpesan,
“Nanti, jika aku meninggal, kamu dan suamiku, Ali, yang memandikan aku. Jangan ada orang lain yang ikut memandikan aku. Setelah itu, buatkan keranda seperti itu untuk diriku.”
Demikianlah, sebagaimana penututuran Ibnu Abdil Barr,
‘’Fathimah -semoga Allah meridhoinya- adalah orang pertama yang saat meninggal dimasukkan ke dalam keranda pada masa Islam.’’
Menurut pendapat yg lainnya, orang yg pertama kali memakai keranda dalam islam adalah Zaenab ummul mukminin - semoga Allah meridhoinya- atas perintah Rasululloh shollallohu alaihi wasallam sebagaimana yg di kisahkan oleh imam Al Bandiniji, tapi pendapat tsb di tolak oleh Imam Nawawi karena hadisnya batil dan tidak dikenal.
sedangkan riwayat Imam Al Baihaqy menyebutkan bahwa Fatimah -semoga Allah meridhoinya- putri Rasululloh shollallohu alaihi wasallam pernah berwasiyat agar di buatkan keranda, kemudian mereka melaksanaknnya.
wallohu a'lam.
Referensi :
- kitab Siyaru A'lamin Nubala' Imam Dzihaby (2/129)
عن أم جعفر أن فاطمة قالت لأسماء بنت عميس : إني أستقبح ما يصنع بالنساء ، يطرح على المرأة الثوب ، فيصفها .
قالت : يا ابنة رسول الله ، ألا أريك شيئا رأيته بالحبشة ؟ فدعت بجرائد رطبة فحنتها ، ثم طرحت عليها ثوبا .
فقالت فاطمة : ما أحسن هذا وأجمله ! إذا مت فغسليني أنت وعلي ، ولا يدخلن أحد علي .
فلما توفيت ، جاءت عائشة لتدخل ، فقالت أسماء : لا تدخلي ، فشكت إلى أبي بكر ، فجاء ، فوقف على الباب ، فكلم أسماء ، فقالت : هي أمرتني . قال : فاصنعي ما أمرتك ، ثم انصرف .
قال ابن عبد البر : هي أول من غطي نعشها في الإسلام على تلك الصفة .
- kitab Al Majmu' Imam Nawawy (5/233)
وكذا قاله صاحب الحاوي : يختار للمرأة إصلاح النعش كالقبة على السرير لما فيه من الصيانة وسماه صاحب البيان رحمه الله خيمة فقال : إن كانت امرأة اتخذ لها خيمة تسترها ، واستدلوا له بقصة جنازة زينب أم المؤمنين رضي الله عنها قيل : وهي أول من حمل على هذا النعش من المسلمات ، وقد روى البيهقي رحمه الله أن فاطمة بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم ورضي الله عنها أوصت أن يتخذ لها ذلك ففعلوه ، فإن صح هذا فهي قبل زينب بسنين كثيرة ( وأما ) ما حكاه البندنيجي أن أول ما اتخذ ذلك في جنازة زينب بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم وأن رسول الله صلى الله عليه وسلم أمر بذلك فباطل غير معروف نبهت عليه ; لئلا يغتر به
siti fathimah juga brwasiat agar dimakamkan saat malam hari.
Yang pertama kali memakai keranda yg ada tutupnya dalam islam adalah Fatimah Az Zahro -semoga Allah meridhoinya- putri Rasululloh shollallohu alaihi wasallam.
Kisahnya sbb :
Fatimah -semoga Allah meridhoinya- berkata kepada Asma’ binti Umais,
“Saya tidak senang atas apa yang diperbuat terhadap wanita jika meninggal. Jenazah mereka hanya ditutupi dengan kain kafan sehingga lekuk tubuhnya terlihat,” kata Fatimah kepada Asma’ .
“Apakah engkau mau aku tunjukkan sesuatu yang pernah aku lihat di Habasyah?” ujar Asma’.
Asma’ lalu membuat semacam keranda. Kerangkanya terbuat dari pelepah kurma, sedangkan bagian luarnya ditutup dengan kain. Dengan begitu, jenazah yang dibawa dengan keranda itu tidak terlihat dari luar.
Begitu Fatimah melihat keranda itu, ia berkata.
" betapa bagus dan indahnya ! "
Ia lalu berpesan,
“Nanti, jika aku meninggal, kamu dan suamiku, Ali, yang memandikan aku. Jangan ada orang lain yang ikut memandikan aku. Setelah itu, buatkan keranda seperti itu untuk diriku.”
Demikianlah, sebagaimana penututuran Ibnu Abdil Barr,
‘’Fathimah -semoga Allah meridhoinya- adalah orang pertama yang saat meninggal dimasukkan ke dalam keranda pada masa Islam.’’
Menurut pendapat yg lainnya, orang yg pertama kali memakai keranda dalam islam adalah Zaenab ummul mukminin - semoga Allah meridhoinya- atas perintah Rasululloh shollallohu alaihi wasallam sebagaimana yg di kisahkan oleh imam Al Bandiniji, tapi pendapat tsb di tolak oleh Imam Nawawi karena hadisnya batil dan tidak dikenal.
sedangkan riwayat Imam Al Baihaqy menyebutkan bahwa Fatimah -semoga Allah meridhoinya- putri Rasululloh shollallohu alaihi wasallam pernah berwasiyat agar di buatkan keranda, kemudian mereka melaksanaknnya.
wallohu a'lam.
Referensi :
- kitab Siyaru A'lamin Nubala' Imam Dzihaby (2/129)
عن أم جعفر أن فاطمة قالت لأسماء بنت عميس : إني أستقبح ما يصنع بالنساء ، يطرح على المرأة الثوب ، فيصفها .
قالت : يا ابنة رسول الله ، ألا أريك شيئا رأيته بالحبشة ؟ فدعت بجرائد رطبة فحنتها ، ثم طرحت عليها ثوبا .
فقالت فاطمة : ما أحسن هذا وأجمله ! إذا مت فغسليني أنت وعلي ، ولا يدخلن أحد علي .
فلما توفيت ، جاءت عائشة لتدخل ، فقالت أسماء : لا تدخلي ، فشكت إلى أبي بكر ، فجاء ، فوقف على الباب ، فكلم أسماء ، فقالت : هي أمرتني . قال : فاصنعي ما أمرتك ، ثم انصرف .
قال ابن عبد البر : هي أول من غطي نعشها في الإسلام على تلك الصفة .
- kitab Al Majmu' Imam Nawawy (5/233)
وكذا قاله صاحب الحاوي : يختار للمرأة إصلاح النعش كالقبة على السرير لما فيه من الصيانة وسماه صاحب البيان رحمه الله خيمة فقال : إن كانت امرأة اتخذ لها خيمة تسترها ، واستدلوا له بقصة جنازة زينب أم المؤمنين رضي الله عنها قيل : وهي أول من حمل على هذا النعش من المسلمات ، وقد روى البيهقي رحمه الله أن فاطمة بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم ورضي الله عنها أوصت أن يتخذ لها ذلك ففعلوه ، فإن صح هذا فهي قبل زينب بسنين كثيرة ( وأما ) ما حكاه البندنيجي أن أول ما اتخذ ذلك في جنازة زينب بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم وأن رسول الله صلى الله عليه وسلم أمر بذلك فباطل غير معروف نبهت عليه ; لئلا يغتر به
siti fathimah juga brwasiat agar dimakamkan saat malam hari.
Do'a mengguncang Langit
Di nukil dari kitab Al Mustaghitsin Billah Ibnu Basykuwal
عن أنس، قال: كان رجل من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم من الأنصار، يكنى أبا معلق، وكان تاجرا يتجر بمال له ولغيره، ويضرب به في الآفاق، وكان ناسكا ورعا،
عن أنس، قال: كان رجل من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم من الأنصار، يكنى أبا معلق، وكان تاجرا يتجر بمال له ولغيره، ويضرب به في الآفاق، وكان ناسكا ورعا،
Dari sahabat Anas bin Malik -semoga Allah meridhoinya- berkata :
" Ada seseorang dari sahabat Rasululloh shollallohu alaihi wasallam dari kaum anshor yg berjuluk Abu Mu'allaq, Abu ,Mu'allaq adalah seorang pedagang, dia berdagang denga hartanya sendiri dan juga dengan hartanya orang lain, dia berdagang di berbagai daerah dan dia adalah seorang ahli ibadah yg wira'i (menjaga diri dari hal2 yg di larang)
فخرج مرة فلقيه لص مقنع في السلاح، فقال له:
ضع ما معك فإني قاتلك. قال: ما تريد إلى دمي، شأنك بالمال.
قال: أما المال فلي ولست أريد إلا دمك. قال: أما إذ أبيت فذرني أصلي أربع ركعات.
قال: صل ما بدا لك.
Suatu ketika ia keluar untuk menjalankan roda usahanya, namun di tengah perjalanan ia dihadang oleh perampok dengan pedang terhunus di tangannya, perampok itu berkata padanya,
“Tinggalkan seluruh yang engkau miliki di tempat ini, Karen saya akan membunuhmu”,
“Kau rupanya hanya menginginkan nyawaku, tidakkah cukup bila harta ini jadi milikmu?”
kata Abu Mu’allaq.,
“adapun harta ini, maka ia telah menjadi milikku, dan saya tidak menginginkan yang lain kacuali kematianmu.”,
“Baiklah. Tapi saya minta syarat kepadamu”,
“Syarat apa?”, “Biarkan saya shalat 4 Rakaat dulu”,
“shalatlah sesukamu” kata perampok.
فتوضأ، ثم صلى أربع ركعات، فكان من دعائه في آخر سجدة أن قال: «يا ودود، يا ذا العرش المجيد، يا فعال لما يريد، أسألك بعزتك التي لا ترام، وملكك الذي لا يضام، وبنورك الذي ملأ أركان عرشك، أن تكفيني شر هذا اللص، يا مغيث أغثني» . ثلاث مرات
Abu Mu’allaq kemudian berwudhu lalu melaksanakan shalat 4 rakaat penuh kekhusyu’an. Pada sujud terkahirnya ia kemudian berdo’a,
"Yaa Waduud, Yaa dzal ‘arsyil majiid, Yaa fa’aalul lima yuriid, As-aluka bi’izzatika laa turaam, wa mulkikal ladzii laa yudloom, wa binuurikal ladzii mala-a arkaana ‘arsyika, Antakfiyanii syarra hadza llish Yaa mughiits aghitsni...
“Wahai Yang Maha KAsih, Wahai Pemilik Arasy Yang Maha Agung, Wahai yang sanggup melakukan apapun seusai dengan kehendak-MU, aku memohon pada-Mu dengan segala keagungan-Mu yang tak tertandingi, dan kerajaanMu yang tak terkalahkan. Aku mohon pada-Mu dengan cahaya keagungan-Mu yang telah memenuhi sendi-sendi Arsy-Mu agar Engkau cukupkan keburukan perampok ini,
Wahai Yang Maha penolong, tolonglah aku”,
Do’a tersebut diucapkannya sebanyak 3 kali .
فإذ دعا بها ثلاث مرات، فإذا هو بفارس قد أقبل بيده حربة، وضعها بين أذني فرسه، فلما بصر به اللص أقبل نحوه حتى طعنه فقتله.
ثم أقبل إليه. قال: قم. قلت: من أنت بأبي وأمي؟ ّ! قد أغاثني الله بك اليوم.
Tatkala do’anya yang ketiga kalinya, tiba tiba datang seorang ksatria berkuda dengan sebilaah tombak di tangannya muncul dan ketika melihat sang perampok, dia segera menyerang perampok tersebut hingga membunuhnya.
Ia kemudian mendatangi Abu Mu’allaq dan berkata padanya,
“Berdirilah”,
Mendengar perintah tersebut, Abu Mu’allaq tersentak kaget lalu berkata
, “Demi ayah dan Ibuku! siapakah anda, sungguh Allah telah menolongku hari ini melalui tangan Anda”
قال: أنا ملك من أهل السماء الرابعة، دعوت بدعائك الأول فسمعت لأبواب السماء قعقعة، ثم دعوت بدعائك الثاني فسمعت لأهل السماء ضجة، ثم دعوت بدعائك الثالث فقيل: دعاء مكروب.
فسألت الله أن يوليني قتله.
قال: أبشر واعلم أنه من توضأ وصلى أربع ركعات ودعا الدعاء، استجيب له مكروبا كان أو غير مكروب.
ksatria berkuda berkata .
“Saya adalah malaikat penghuni langit ke empat. Tatkala engkau memanjatkan do’amu yang pertama, maka terdengarlah guncangan pintu pintu langit, ketika engkau mengucapkan untuk yang kedua, maka getaran do’a itu pun terdengar oleh penghuni langit,
dan tatkala engkau mengucapkan untuk ketiga kalinya, maka dikatakan padaku bahwa itu adalah do’a hamba yang sedang dalam kesulitan.
Saya lalu memohon kepada Allah agar menyerahkan tugas membunuh perampok itu kepadaku."
Anas bin Malik berkata :
" berbahagialah, dan ketahuilah bahwa barang siapa melakukan wudhu dan sholat empat rokaat kemudian berdoa dengan doa tersebut maka akan diijabah baginya baik dia dalam keadaan kesulitan maupun tidak "
wallohu a'lam.
المستغيثين بالله
ابن بشكوال
Semoga bermanfa'at....
" Ada seseorang dari sahabat Rasululloh shollallohu alaihi wasallam dari kaum anshor yg berjuluk Abu Mu'allaq, Abu ,Mu'allaq adalah seorang pedagang, dia berdagang denga hartanya sendiri dan juga dengan hartanya orang lain, dia berdagang di berbagai daerah dan dia adalah seorang ahli ibadah yg wira'i (menjaga diri dari hal2 yg di larang)
فخرج مرة فلقيه لص مقنع في السلاح، فقال له:
ضع ما معك فإني قاتلك. قال: ما تريد إلى دمي، شأنك بالمال.
قال: أما المال فلي ولست أريد إلا دمك. قال: أما إذ أبيت فذرني أصلي أربع ركعات.
قال: صل ما بدا لك.
Suatu ketika ia keluar untuk menjalankan roda usahanya, namun di tengah perjalanan ia dihadang oleh perampok dengan pedang terhunus di tangannya, perampok itu berkata padanya,
“Tinggalkan seluruh yang engkau miliki di tempat ini, Karen saya akan membunuhmu”,
“Kau rupanya hanya menginginkan nyawaku, tidakkah cukup bila harta ini jadi milikmu?”
kata Abu Mu’allaq.,
“adapun harta ini, maka ia telah menjadi milikku, dan saya tidak menginginkan yang lain kacuali kematianmu.”,
“Baiklah. Tapi saya minta syarat kepadamu”,
“Syarat apa?”, “Biarkan saya shalat 4 Rakaat dulu”,
“shalatlah sesukamu” kata perampok.
فتوضأ، ثم صلى أربع ركعات، فكان من دعائه في آخر سجدة أن قال: «يا ودود، يا ذا العرش المجيد، يا فعال لما يريد، أسألك بعزتك التي لا ترام، وملكك الذي لا يضام، وبنورك الذي ملأ أركان عرشك، أن تكفيني شر هذا اللص، يا مغيث أغثني» . ثلاث مرات
Abu Mu’allaq kemudian berwudhu lalu melaksanakan shalat 4 rakaat penuh kekhusyu’an. Pada sujud terkahirnya ia kemudian berdo’a,
"Yaa Waduud, Yaa dzal ‘arsyil majiid, Yaa fa’aalul lima yuriid, As-aluka bi’izzatika laa turaam, wa mulkikal ladzii laa yudloom, wa binuurikal ladzii mala-a arkaana ‘arsyika, Antakfiyanii syarra hadza llish Yaa mughiits aghitsni...
“Wahai Yang Maha KAsih, Wahai Pemilik Arasy Yang Maha Agung, Wahai yang sanggup melakukan apapun seusai dengan kehendak-MU, aku memohon pada-Mu dengan segala keagungan-Mu yang tak tertandingi, dan kerajaanMu yang tak terkalahkan. Aku mohon pada-Mu dengan cahaya keagungan-Mu yang telah memenuhi sendi-sendi Arsy-Mu agar Engkau cukupkan keburukan perampok ini,
Wahai Yang Maha penolong, tolonglah aku”,
Do’a tersebut diucapkannya sebanyak 3 kali .
فإذ دعا بها ثلاث مرات، فإذا هو بفارس قد أقبل بيده حربة، وضعها بين أذني فرسه، فلما بصر به اللص أقبل نحوه حتى طعنه فقتله.
ثم أقبل إليه. قال: قم. قلت: من أنت بأبي وأمي؟ ّ! قد أغاثني الله بك اليوم.
Tatkala do’anya yang ketiga kalinya, tiba tiba datang seorang ksatria berkuda dengan sebilaah tombak di tangannya muncul dan ketika melihat sang perampok, dia segera menyerang perampok tersebut hingga membunuhnya.
Ia kemudian mendatangi Abu Mu’allaq dan berkata padanya,
“Berdirilah”,
Mendengar perintah tersebut, Abu Mu’allaq tersentak kaget lalu berkata
, “Demi ayah dan Ibuku! siapakah anda, sungguh Allah telah menolongku hari ini melalui tangan Anda”
قال: أنا ملك من أهل السماء الرابعة، دعوت بدعائك الأول فسمعت لأبواب السماء قعقعة، ثم دعوت بدعائك الثاني فسمعت لأهل السماء ضجة، ثم دعوت بدعائك الثالث فقيل: دعاء مكروب.
فسألت الله أن يوليني قتله.
قال: أبشر واعلم أنه من توضأ وصلى أربع ركعات ودعا الدعاء، استجيب له مكروبا كان أو غير مكروب.
ksatria berkuda berkata .
“Saya adalah malaikat penghuni langit ke empat. Tatkala engkau memanjatkan do’amu yang pertama, maka terdengarlah guncangan pintu pintu langit, ketika engkau mengucapkan untuk yang kedua, maka getaran do’a itu pun terdengar oleh penghuni langit,
dan tatkala engkau mengucapkan untuk ketiga kalinya, maka dikatakan padaku bahwa itu adalah do’a hamba yang sedang dalam kesulitan.
Saya lalu memohon kepada Allah agar menyerahkan tugas membunuh perampok itu kepadaku."
Anas bin Malik berkata :
" berbahagialah, dan ketahuilah bahwa barang siapa melakukan wudhu dan sholat empat rokaat kemudian berdoa dengan doa tersebut maka akan diijabah baginya baik dia dalam keadaan kesulitan maupun tidak "
wallohu a'lam.
المستغيثين بالله
ابن بشكوال
Semoga bermanfa'at....
Kamis, 29 Januari 2015
Allah SWT menerangi Bumi dan Langit dengan Nabi Muhammad SAW
اللّهُ نُورُ السّمَاوَاتِ وَالأرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزّجَاجَةُ كَأَنّهَا كَوْكَبٌ دُرّيّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مّبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لاّ شَرْقِيّةٍ وَلاَ غَرْبِيّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيَءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نّورٌ عَلَىَ نُورٍ يَهْدِي اللّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَآءُ وَيَضْرِبُ اللّهُ الأمْثَالَ لِلنّاسِ وَاللّهُ بِكُلّ شَيْءٍ عَلَيِمٌ
(Q.S An-nur : 35)Allah subhanallahu wata`ala mengumpamakan Ar Rasul saw adalah sebagai cahayanya.
Sebagaimana di dalam firman-Nya
اللّهُ نُورُ السّمَاوَاتِ وَالأرْضِ
Allah subhanallahu wata`ala menerangi langit dan bumi...Al Imam Ibn Abbas ra salah seorang dari sahabat Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam yang di kenal paling mulia Tafsir nya mengatakan makna NUR disini adalah Muhammad Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
Allah menerangi Langit dan bumi dengan Muhammad Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.
مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ
Perumpamaan cahaya Nya ini bagaikan lampu pelita yang di dalamnya ada cahaya yang menyala.Cahaya yang menyala ini di tafsirkan oleh al Imam sayyidina ibn Abbas ra adalah sanubari Muhammad Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang menyala dan menerangi seluruh manusia dan seluruh alam dengan kelembutan Allah dengan rahmatan lil `alamin
لْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ
Dan pelita itu di tutupi oleh kacaالزّجَاجَةُ كَأَنّهَا كَوْكَبٌ دُرّيّ
kaca tadi di umpamakan oleh sayyidina Ibn Abbas ra adalah DADA Muhammad Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang telah di cuci oleh malaikat, karena menurut al Imam ibn Abbas ra tidak ada barang yang di cuci langsung di alam baik bumi ataupun di langit dan seluruh alam ini oleh malaikat jibril as terkecuali DADA Muhammad Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.Kaca tersebut bagaikan bintang mutiara yang terang benderang dari mulianya dan dari sucinya yaitu Dada Muhammad Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang menjaga dan menampung 6.666 ayat Al quraniyyah yang apabila satu saja ayat turun maka akan hancurlah dan berantakanlah gunung dari takut nya kepada Allah subhanallahu wata`ala.
Akan tetapi semua ayat tersebut di tampung oleh sanubari Muhammad Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مّبَارَكَةٍ
Dinyalakan dari pohon mubarakah. Syajarotun Mubarakah di tafsirkan oleh al Imam Ibn Abbas ra adalah keturunan Nabi Allah Ibrahim as yaitu satu-satunya keturunan yang paling banyak menjadi anbiya dan Rasul dari sebagian besar para nabi di bani israil adalah keturunan Nabi Ibrahim as.مّبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لاّ شَرْقِيّةٍ وَلاَ غَرْبِيّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيَءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ
Cahaya yang terang benderang tersebut seakan-akan sudah sangat terang benderang walaupun belum dinyalakan.Seandainya tidak dinyalakan pun cahaya tersebut akan terang benderang. Di tafsirkan oleh al Imam ibn Abbas ra bahwa cahaya tersebut adalah RISALATUNNABI Muhammad shalallahu alaihi wasallam.
Seandainya beliau shalallahu alaihi wasallam di utus tidak membawa RISALAH Tetap saja cahaya beliau saw akan TERANG BENDERANG di alam
نّورٌ عَلَىَ نُورٍ
Cahaya di atas semua Cahaya.Diatas semua cahaya para Nabi dan rasul puncaknya adalah cahaya Muhammad Rasulullah saw, yang di ciptakan Allah, penciptanya adalah Allah swt, yang menginginkan beliau saw terang benderang nya adalah Allah swt
maka terjadilah penciptaan yang pertama yaitu CAHAYA NABAWI MUHAMMADI SHALALLAHU ALAIHI WASALLAM maka berpecah-pecahlah alam dari sumber tersebut cahaya beliau shalallahu alaihi wasallam.
Maka terjadilah alam, terjadilah bumi, terjadilah matahari, berputarlah bumi dan terjadilah siang dan malam, maka berpecah-pecahlah dan terjadilah masing-masing makluk-Nya Allah yang bergerak dan yang diam , yang cair dan yang padat , yang terlihat dan yang tidak terlihat , masing-masing dengan sifatnya , masing-masing dengan warnanya, masing-masing dengan keindahannya, masing-masing dengan kebesarannya , masing-masing dengan tugasnya, terciptalah para malaikat , terciptalah surga dan seluruh makhluk Nya Allah dan terbukalah daripada Alam semesta ini yang bersumber dari
نّورٌ عَلَىَ نُورٍ ,
cahaya diatas semua cahaya.Maka beruntunglah mereka yang menjadikan cahaya tersebut ada di SANUBARI nya, cahaya dari sumber seluruh alam semesta ini.
bahagialah aku dan kalian yang telah menerima cahaya mubarakah tersebut , maukah kalian terima cahaya mubarakah ini di sanubari kalian wahai yang membaca , jadikanlah sanubari kalian ini sebagai tempat untuk terang benderang nya Cahaya Muhammadi Shalallahu alaihi wasallam yang akan menerangi kita kelak di kehidupan ini, menerangi kita kelak di Alam barzakh dan alam Kubur, menerangi kita kelak di hari kiamat , sehingga di saat orang-orang yang membawa cahaya ini di dalam sanubarinya sehingga ia mencintai beliau shalallahu alaihi wasallam dan menjadikan anggota tubuhnya berjalan dengan Sunnah beliau shalallahu alaihi wasallam, Maka terang benderanglah anggota tubuhnya, terang benderanglah sanubarinya, terang benderang lah ia di alam kubur , terang benderanglah ia di yaumul kiamah.
Sehingga API NERAKA MENJERIT ketia ia melewatinya, bukan ia yang menjerit ketika melewati API NERAKA, namun API NERAKA yang menjerit dan berkata : " Lewatlah dengan cepat wahai hamba Allah, karena cahaya kalian membakar ku "
Cahaya Muhammadi shalallahu alaihi wasallam. Merekalah adalah orang-orang yang TERPILIH
semoga aku dan kalian termasuk di dalamnya . Amin
Oleh ; Sulthonul Qulb Habib Munzir alaihi rahmatullah
Membuka Tabir Pintu Langit - Halaman 103 - Hasil Google Books
Ayo Belajarlah
Dinukil dari kitab Bustanul Arifin Imam Nawawy
وروينا عن عمر بن الخطاب وابنه عبد الله رضي الله تعالى عنهما قال من رق وجهه رق علمه.
ومعناه من استحيا في طلب العلم كان علمه رقيقا أي قليلا.
وروينا عن عمر بن الخطاب وابنه عبد الله رضي الله تعالى عنهما قال من رق وجهه رق علمه.
ومعناه من استحيا في طلب العلم كان علمه رقيقا أي قليلا.
- Kami riwayatkan dari umar bin khottob dan putranya yaitu Abdulloh -semoga Allah meridhoi kedunya- berkata :
" Barang siapa yang malu maka sedikit ilmunya "
maknanya, barang siapa yg malu dalam mencari ilmu maka ilmunya sedikit.
وروينا في صحيح البخاري رضي الله تعالى عنه قال قال مجاهد رحمه الله لا يتعلم العلم مستحي ولا متكبر.
وروينا في صحيح مسلم وغيره عن عائشة رضي الله تعالى عنها قالت نعم النساء نساء الأنصار لم يكن يمنعهن الحياء أن يتفقهن في الدين.
- Kami riwayatkan dalam shohih bukhori -semoga Allah meridhoinya- berkata, Mujahid -semoga Allah merahmatinya- berkata :
" orang yang pemalu dan yang sombong tidak akan bisa belajar ilmu."
- Kami riwayatkan dalam shohih muslim dan selainnya dari Aisyah -semoga Allah meridhoinya- berkata :
" sebaik-baik perempuan adalah para perempuan Anshor. Tidaklah rasa malu menghalangi mereka untuk tafaqquh (memperdalam pemahaman) dalam agama.”
وروينا في صحيح البخاري قال قال عمر رضي الله تعالى عنه تفقهوا قبل أن تسودوا
ومعناه أحرصوا على إتقان العلم والتمكن في تحصيله وأنتم شبان لا أشغال لكم ولا رئاسة ولا سن فإنكم إذا كبرتم وصرتم سادة متبوعين امتنعتم من التفقه والتحصيل
وهذا نحو ما قال الشافعي رضي الله تعالى عنه تفقه قبل أن ترأس فإذا رأست فلا سبيل إلى التفقه.
- Kami riwayatkan dalam shohih bukhori berkata, umar- semoga Allah meridhoinya- berkata :
“belajarlah sebelum kalian menjadi pemimpin”.
maknanya, bersungguh-sungguhlah kalian menguasai ilmu pengetahuan dan menghasilkan ilmu ketika masih muda,sewaktu masih belum sibuk yaitu masih belum menduduki satu jabatan dan belum tua, karena sesungguhnya ketika kalian sudah tua dan menjadi pemimpin yg di ikuti maka kalian tdk bisa mendalami dan menghasilkan ilmu (karena sibuk)"
- ucapan sayyidina umar serupa dengan perkataan imam syafi'i -semoga Allah meridhoi keduanya-
: " Perdalamlah ilmu agama sebelum kau menjadi pemimpin, karena saat kau menjadi pemimpin maka tak ada lagi waktu untuk mendalami ilmu. "
Wallohu a'lam.
بستان العارفين
تأليف : النووي
Semoga kita semua selalu mempunyai waktu utk selalu belajar...
" Barang siapa yang malu maka sedikit ilmunya "
maknanya, barang siapa yg malu dalam mencari ilmu maka ilmunya sedikit.
وروينا في صحيح البخاري رضي الله تعالى عنه قال قال مجاهد رحمه الله لا يتعلم العلم مستحي ولا متكبر.
وروينا في صحيح مسلم وغيره عن عائشة رضي الله تعالى عنها قالت نعم النساء نساء الأنصار لم يكن يمنعهن الحياء أن يتفقهن في الدين.
- Kami riwayatkan dalam shohih bukhori -semoga Allah meridhoinya- berkata, Mujahid -semoga Allah merahmatinya- berkata :
" orang yang pemalu dan yang sombong tidak akan bisa belajar ilmu."
- Kami riwayatkan dalam shohih muslim dan selainnya dari Aisyah -semoga Allah meridhoinya- berkata :
" sebaik-baik perempuan adalah para perempuan Anshor. Tidaklah rasa malu menghalangi mereka untuk tafaqquh (memperdalam pemahaman) dalam agama.”
وروينا في صحيح البخاري قال قال عمر رضي الله تعالى عنه تفقهوا قبل أن تسودوا
ومعناه أحرصوا على إتقان العلم والتمكن في تحصيله وأنتم شبان لا أشغال لكم ولا رئاسة ولا سن فإنكم إذا كبرتم وصرتم سادة متبوعين امتنعتم من التفقه والتحصيل
وهذا نحو ما قال الشافعي رضي الله تعالى عنه تفقه قبل أن ترأس فإذا رأست فلا سبيل إلى التفقه.
- Kami riwayatkan dalam shohih bukhori berkata, umar- semoga Allah meridhoinya- berkata :
“belajarlah sebelum kalian menjadi pemimpin”.
maknanya, bersungguh-sungguhlah kalian menguasai ilmu pengetahuan dan menghasilkan ilmu ketika masih muda,sewaktu masih belum sibuk yaitu masih belum menduduki satu jabatan dan belum tua, karena sesungguhnya ketika kalian sudah tua dan menjadi pemimpin yg di ikuti maka kalian tdk bisa mendalami dan menghasilkan ilmu (karena sibuk)"
- ucapan sayyidina umar serupa dengan perkataan imam syafi'i -semoga Allah meridhoi keduanya-
: " Perdalamlah ilmu agama sebelum kau menjadi pemimpin, karena saat kau menjadi pemimpin maka tak ada lagi waktu untuk mendalami ilmu. "
Wallohu a'lam.
بستان العارفين
تأليف : النووي
Semoga kita semua selalu mempunyai waktu utk selalu belajar...
Rabu, 28 Januari 2015
Hukum RAJAH /WIFIQ/JIMAT
RAJAH /WIFIQ/JIMAT
Rajah ato Jimat atau dalam bahasa Arabnya tamimah sebenarnya secara
asal adalah jimat penjaga yang ditulis dan dikalungkan pada anak kecil
untuk menangkal penyakit ‘ain[1]. Namun, pengertian itu semakin luas dan
melebar sehingga setiap jimat penjagaan apa pun bentuknya adalah
dinamakan tamimah.
Jimat ini pun tidak luput dari penilaian syirik
dari sebagian jamaah takfir, dengan mengambil dasar hadits shahih
riwayat Ahmad berikut:
إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ
“Sesungguhnya suwuk (rukyah), jimat dan pengasihan adalah syirik.”
Penilaian seperti itu adalah bentuk penilain yang tergesa-gesa serta
tidak di dasari pemahaman yang baik. Anehnya lagi mereka kadang hanya
memahami hadits lewat terjemahan dan kemudian tanpa pemikiran yang
obyektik ikut berkomentar memberi hukum tanpa memperhatikan sama sekali
pendapat-pendap at ulama terpercaya.
Imam al-Munawi menjelaskan, menggunakan rukyah (kecuali yang
syar’iyyah), jimat dan pelet (pengasihan) dianggap syirik sebagaimana
dalam redaksi hadits, karena hal-hal di atas yang dikenal di zaman
Rasulallah sama dengan yang dikenal pada zaman jahiliyah yaitu ruqyah
(yang tidak syar’iyyah), jimat dan pengasihan yang mengandung syirik.
Atau dalam hadits, Rasulallah menganggap rukqah adalah syirik karena
menggunakan barang-barang tersebut berarti pemakainya mengi’tikadkan
bahwa benda-benda itu mempunyai pengaruh (ta’tsir) yang bisa menjadikan
syirik kepada Allah.
Imam ath-Thayyibi menanggapi hadits
tersebut bahwa yang dimaksudkan dengan syirik pada hadits di atas adalah
mengi’tikadkan bahwa jimat tersebut mempunyai kekuatan dan bisa
mempengaruhi (kekuatan merubah sesuatu) dan itu jelas-jelas bertentangan
dengan ke-tawakkal-an. [2]
Di bagian lain al-Munawi menjelaskan bahwa pengguna jimat sama dengan
melakukan pekerjaan ahli syirik yang mengi’tikadkan bahwa jimat tersebut
dapat menolak takdirnya yang sudah tercatat.
Namun, jika jimat
tersebut berupa asma atau kalam Allah atau dengan (tulisan berbentuk)
dzikir Allah yang tujuannya untuk ber-tabarruk kepada Allah atau
penjagaan diri serta tahu bahwa yang dapat memudahkan segala sesuatu
adalah Allah maka hal itu tidak diharamkan. Pendapat ini disampaikan
Ibnu Hajar yang dikutip oleh al-Munawi dalam Faidh al-Qadir.[3]
Sedangkan wifiq adalah semacam jimat yang cara penulisannya
dikembalikan pada kesesuaian hitungan dan dalam bentuk tertentu. Wifiq
ini dapat bermanfaat untuk segala hajat, mengeluarkan orang yang
dipenjara, memudahkan orang yang melahirkan dan lain-lain.
Ibnu Hajar al-Haitami dalam Fatawi Haditsiyyah-nya
menjawab: hukum menggunakan wifiq tersebut adalah boleh jika digunakan
untuk hal-hal yang diperbolehkan syari’at dan jika digunakan untuk
melakukan hal haram maka hukumnya haram. Dan dengan ini, kita dapat
menjawab pendapat al-Qarafi (ulama Malikiyyah murid ‘Izzuddin bin
‘Abdissalam) yang menegaskan bahwa wifiq adalah termasuk bagian dari
sihir.[4]
Di antara ulama Islam yang ahli dan berkecimpung
secara langsung dengan pembuatan wifiq adalah Imam al-Ghazali. Bahkan
Shohabat Abdurrohman bin auf RA. menulis huruf-huruf permulaan AlQur`an
dg tujuan mnjaga harta benda agar aman, Imam sufyan al tsauri
menuliskan utk wanita yg akan melahirkn dan digantung didada , ibnu
taimiyah al harrani menulis QS Hud.44 didahi orang yg mimisan.
Dan
jika wifiq dinilai syirik, maka berarti pula menuduh Abdurrohman bin
auf,Imam Hujjatul Islam al-Ghazali dan ulama-ulama adalah pelaku syirik,
dan itu tidak akan pernah diucapkan kecuali oleh orang-orang yang
mulutnya tidak dikunci dengan adab syari’at.
--------------- --------------- --------------- --------------- --------------- --------------- --------------
[1] Penyakait yang punya kekuatan membunuh yang muncul dari pandangan mata.
[2] Faidhul Qadir 2/426.
[3] Ibid. 6/223.
[4] Fatawi Haditsiyyah hlm. 2. —
Musuh-musuh Iblis dan Teman-teman Iblis
Dinukil dari kitab Tambihul Ghofilin Abul Laits As Samarqondi
وَذُكِرَ عَنْ وَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى، قَالَ: أَمَرَ اللَّهُ تَعَالَى إِبْلِيسَ أَنْ يَأْتِيَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَيُجِيبُهُ عَنْ كُلِّ مَا يَسْأَلُهُ فَجَاءَهُ عَلَى صُورَةِ شَيْخٍ وَبِيَدِهِ عُكَّازٌ فَقَالَ لَهُ «مَنْ أَنْتَ» ؟ قَالَ: أَنَا إِبْلِيسُ.
فَقَالَ: «لِمَا جِئْتَ» ؟ قَالَ: إِنَّ اللَّهَ أَمَرَنِي أَنْ آتِيَكَ، وَأُجِيبَكَ عَنْ كُلِّ مَا تَسْأَلُنِي
Disebutkan dari Wahb Bin Munabbih -semoga Allah merahmatinya- beliau berkata :
" Allah ta'ala memerintahkan kpd iblis utk mendatangi Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam dan menjawab setiap pertanyaan yg di ajukannya,
kemudian iblis mendatangi beliau dalam bentuk orang tua yg membawa tongkat.
Nabi : " siapakah engkau ?"
iblis : " aku iblis."
Nabi : "mengapa engkau datang kesini ?"
iblis : " karena Allah memerintahkanku utk mendatangimu dan menjawab setiap pertanyaanmu kepadaku."
فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا مَلْعُونُ كَمْ أَعْدَاؤُكَ مِنْ أُمَّتِي» ؟ قَالَ: خَمْسَةُ عَشَرَ أَوَّلُهُمْ: أَنْتَ، وَالثَّانِي: إِمَامٌ عَادِلٌ، وَالثَّالِثُ: غَنِيٌّ مُتَوَاضِعٌ، وَالرَّابِعُ: تَاجِرٌ صَادِقٌ.
وَالْخَامِسُ: عَالِمٌ تَخَشَّعَ، وَالسَّادِسُ: مُؤْمِنٌ نَاصِحٌ، وَالسَّابِعُ: مُؤْمِنٌ رَحِيمُ الْقَلْبِ، وَالثَّامِنُ: تَائِبٌ ثَابِتٌ عَلَى التَّوْبَةِ، وَالتَّاسِعُ: مُتَوَرِّعٌ عَنِ الْحَرَامِ، وَالْعَاشِرُ: مُؤْمِنٌ حَسِنُ الْخُلُقِ ,
Nabi : " wahai mal'un (julukan iblis, artinya yg dilaknati), ada berapakah musuhmu dari ummatku ?"
iblis : " ada 15, yaitu :
1. engkau
2. pemimpin yg adil.
3. orang kaya yg rendah hati.
4. pedagang yg jujur.
5. orang alim yg khusyu'.
6. orang mukmin yg menasehati.
7. orang mukmin yg hatinya penuh kasih
8. orang taubat yg menetapi pertaubatannya.
9. orang yg menjaga diri dari barang haram
10. orang beriman yg berakhlaq baik.
وَالْحَادِي عَشَرَ: مُؤْمِنٌ كَثِيرُ الصَّدَقَةِ , وَالثَّانِي عَشَرَ: مُؤْمِنٌ يُدِيمُ عَلَى الطَّهَارَةِ مَعَ النَّاسِ، وَالثَّالِثُ عَشَرَ: مُؤْمِنٌ يَنْفَعُ النَّاسَ، وَالرَّابِعُ عَشَرَ: حَامِلُ الْقُرْآنِ يُدِيمُ عَلَى تِلَاوَتِهِ، وَالْخَامِسُ عَشَرَ: قَائِمٌ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ،
11. orang beriman yg banyak bersedekah.
12. orang beriman yg melanggengkan bersuci padahal bersama dengan orang2.
13. orang beriman yg memberi manfaat kpd orang lain.
14. penghafal alqur'an yg melangengkan bacaannya.
15. orang yg beribadah malam hari sedangkan orang lain pada tidur."وَالْحَادِي عَشَرَ: مُؤْمِنٌ كَثِيرُ الصَّدَقَةِ , وَالثَّانِي عَشَرَ: مُؤْمِنٌ يُدِيمُ عَلَى الطَّهَارَةِ مَعَ النَّاسِ، وَالثَّالِثُ عَشَرَ: مُؤْمِنٌ يَنْفَعُ النَّاسَ، وَالرَّابِعُ عَشَرَ: حَامِلُ الْقُرْآنِ يُدِيمُ عَلَى تِلَاوَتِهِ، وَالْخَامِسُ عَشَرَ: قَائِمٌ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ
kemudian Nabi shollallohu alaihi wasallam bertanya lagi :
" siapakah teman2mu dari ummatku ?"
iblis : " ada 10, yaitu :
1. pemimpin yg tidak adil.
2. orang kaya yg sombong.
3. pedagang yg tdk jujur.
4. peminum arak.
5. tukang fitnah, adu domba
6. orang zina
7. pemakan hartanya anak yatim
8. orang yg menganggap remeh sholat.
9. orang yg tdk mau zakat.
10. orang yg panjang angan2.
mereka itulah para sahabat dan teman2ku.
wallohu a'lam.
تنبيه الغافلين
للسمرقندي
Semoga kita semua termasuk bagian dari musuhnya iblis, bukan temanya.,,
Aamiin...
عن عبد الله بن عبيد بن عمير قال : إن إبليس عليه لعائن الله - قال : يا رب ، إنك أخرجتني من الجنة من أجل آدم ، وإني لا أستطيعه إلا بسلطانك . قال : فأنت مسلط . قال : يا رب ، زدني . قال : لا يولد له ولد إلا ولد لك مثله . قال : يا رب ، زدني . قال : أجعل صدورهم مساكن لكم ، وتجرون منهم مجرى الدم . قال : يا رب ، زدني . قال : أجلب عليهم بخيلك ورجلك ، وشاركهم في الأموال والأولاد ، وعدهم وما يعدهم الشيطان إلا غرورا . فقال آدم [ عليه السلام ] يا رب ، قد سلطته علي ، وإني لا أمتنع [ منه ] إلا بك . قال : لا يولد لك ولد إلا وكلت به من يحفظه من قرناء السوء . قال : يا رب ، زدني . قال : الحسنة عشر أو أزيد ، والسيئة واحدة أو أمحوها . قال : يا رب ، زدني . قال : باب التوبة مفتوح ما كان الروح في الجسد . قال : يا رب ، زدني قال
( يا عبادي الذين أسرفوا على أنفسهم لا تقنطوا من رحمة الله إن الله يغفر الذنوب جميعا إنه هو الغفور الرحيم) ( الزماز ٥٣ )
(رواه ابن أبى هيتام فى تفسير ابن كثير إسماعيل بن عمربن كثير القرشي الدمشق)
Dari abdulloh bin ubaid bin umair berkata,
" sesungguhnya iblis -semoga Allah melaknatnya- berkata,
" wahai Tuhanku, sesungguhnya Engkau mengeluarkanku dari surga sebab adam, dan sesungguhnya aku tdk akan mampu kecuali dgn kekuasaanMu."
Allah : " maka engkau akan menguasainya."
iblis : " wahai Tuhanku,tambahkanlah lagi untukku."
Allah : " tiadalah adam mempunyai anak kecuali dirimu juga mempunyai anak semisalnya."
iblis : " wahai Tuhanku, tambahkanlah lagi untukku."
Allah : " akujadikan dada mereka sebgai rumah2 kalian dan kalian berjalan di jalan darah dari mereka."
iblis : " wahai tuhanku, tambahkanlah lagi untukku."
Allah : " aku tarik terhadap mereka dengan kudamu dan kakimu, bersekutulah dengan harta2 mereka dan anak2 nya, kasih dia janji2, padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka."
kemudian nabi adam alaihis salam berkata, " wahai Tuhanku, Engkau telah menguasakanku kepadanya dan aku tdk bisa mencegahnya kecuali dgn pertolonganMu."
Allah : " tiadalah seorang anak yg terlahir darimu kecuali aku mewakilkan pdnya malaikat yg menjaganya dari qorin2 yg buruk."
adam : " wahai Tuhanku, tambahkanlah untukku. "
Allah : " satu kebaikan dibalas sepuluh atau lebih, dan satu keburukan dibalas satu juga atau Aku menghapusnya."
adam : " wahai Tuhanku, tambahkanlah lg untukku."
Allah : " pintu taubat tetap dibuka selama nyawa masih di jasad."
Adam : " wahai Tuhanku, tambahkanlah lg untukku."
Allah : " Wahai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri!Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(az zumar ayat 53)
wallohu a'lam.
تفسير ابن كثير
إسماعيل بن عمر
بن كثير القرشي الدمشقي
Semoga bermanfaat
" Allah ta'ala memerintahkan kpd iblis utk mendatangi Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam dan menjawab setiap pertanyaan yg di ajukannya,
kemudian iblis mendatangi beliau dalam bentuk orang tua yg membawa tongkat.
Nabi : " siapakah engkau ?"
iblis : " aku iblis."
Nabi : "mengapa engkau datang kesini ?"
iblis : " karena Allah memerintahkanku utk mendatangimu dan menjawab setiap pertanyaanmu kepadaku."
فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا مَلْعُونُ كَمْ أَعْدَاؤُكَ مِنْ أُمَّتِي» ؟ قَالَ: خَمْسَةُ عَشَرَ أَوَّلُهُمْ: أَنْتَ، وَالثَّانِي: إِمَامٌ عَادِلٌ، وَالثَّالِثُ: غَنِيٌّ مُتَوَاضِعٌ، وَالرَّابِعُ: تَاجِرٌ صَادِقٌ.
وَالْخَامِسُ: عَالِمٌ تَخَشَّعَ، وَالسَّادِسُ: مُؤْمِنٌ نَاصِحٌ، وَالسَّابِعُ: مُؤْمِنٌ رَحِيمُ الْقَلْبِ، وَالثَّامِنُ: تَائِبٌ ثَابِتٌ عَلَى التَّوْبَةِ، وَالتَّاسِعُ: مُتَوَرِّعٌ عَنِ الْحَرَامِ، وَالْعَاشِرُ: مُؤْمِنٌ حَسِنُ الْخُلُقِ ,
Nabi : " wahai mal'un (julukan iblis, artinya yg dilaknati), ada berapakah musuhmu dari ummatku ?"
iblis : " ada 15, yaitu :
1. engkau
2. pemimpin yg adil.
3. orang kaya yg rendah hati.
4. pedagang yg jujur.
5. orang alim yg khusyu'.
6. orang mukmin yg menasehati.
7. orang mukmin yg hatinya penuh kasih
8. orang taubat yg menetapi pertaubatannya.
9. orang yg menjaga diri dari barang haram
10. orang beriman yg berakhlaq baik.
وَالْحَادِي عَشَرَ: مُؤْمِنٌ كَثِيرُ الصَّدَقَةِ , وَالثَّانِي عَشَرَ: مُؤْمِنٌ يُدِيمُ عَلَى الطَّهَارَةِ مَعَ النَّاسِ، وَالثَّالِثُ عَشَرَ: مُؤْمِنٌ يَنْفَعُ النَّاسَ، وَالرَّابِعُ عَشَرَ: حَامِلُ الْقُرْآنِ يُدِيمُ عَلَى تِلَاوَتِهِ، وَالْخَامِسُ عَشَرَ: قَائِمٌ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ،
11. orang beriman yg banyak bersedekah.
12. orang beriman yg melanggengkan bersuci padahal bersama dengan orang2.
13. orang beriman yg memberi manfaat kpd orang lain.
14. penghafal alqur'an yg melangengkan bacaannya.
15. orang yg beribadah malam hari sedangkan orang lain pada tidur."وَالْحَادِي عَشَرَ: مُؤْمِنٌ كَثِيرُ الصَّدَقَةِ , وَالثَّانِي عَشَرَ: مُؤْمِنٌ يُدِيمُ عَلَى الطَّهَارَةِ مَعَ النَّاسِ، وَالثَّالِثُ عَشَرَ: مُؤْمِنٌ يَنْفَعُ النَّاسَ، وَالرَّابِعُ عَشَرَ: حَامِلُ الْقُرْآنِ يُدِيمُ عَلَى تِلَاوَتِهِ، وَالْخَامِسُ عَشَرَ: قَائِمٌ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ
kemudian Nabi shollallohu alaihi wasallam bertanya lagi :
" siapakah teman2mu dari ummatku ?"
iblis : " ada 10, yaitu :
1. pemimpin yg tidak adil.
2. orang kaya yg sombong.
3. pedagang yg tdk jujur.
4. peminum arak.
5. tukang fitnah, adu domba
6. orang zina
7. pemakan hartanya anak yatim
8. orang yg menganggap remeh sholat.
9. orang yg tdk mau zakat.
10. orang yg panjang angan2.
mereka itulah para sahabat dan teman2ku.
wallohu a'lam.
تنبيه الغافلين
للسمرقندي
Semoga kita semua termasuk bagian dari musuhnya iblis, bukan temanya.,,
Aamiin...
Permintaan Iblis di Kabul Allah SWT
Diriwayatkan oleh ibnu abi hatim :عن عبد الله بن عبيد بن عمير قال : إن إبليس عليه لعائن الله - قال : يا رب ، إنك أخرجتني من الجنة من أجل آدم ، وإني لا أستطيعه إلا بسلطانك . قال : فأنت مسلط . قال : يا رب ، زدني . قال : لا يولد له ولد إلا ولد لك مثله . قال : يا رب ، زدني . قال : أجعل صدورهم مساكن لكم ، وتجرون منهم مجرى الدم . قال : يا رب ، زدني . قال : أجلب عليهم بخيلك ورجلك ، وشاركهم في الأموال والأولاد ، وعدهم وما يعدهم الشيطان إلا غرورا . فقال آدم [ عليه السلام ] يا رب ، قد سلطته علي ، وإني لا أمتنع [ منه ] إلا بك . قال : لا يولد لك ولد إلا وكلت به من يحفظه من قرناء السوء . قال : يا رب ، زدني . قال : الحسنة عشر أو أزيد ، والسيئة واحدة أو أمحوها . قال : يا رب ، زدني . قال : باب التوبة مفتوح ما كان الروح في الجسد . قال : يا رب ، زدني قال
( يا عبادي الذين أسرفوا على أنفسهم لا تقنطوا من رحمة الله إن الله يغفر الذنوب جميعا إنه هو الغفور الرحيم) ( الزماز ٥٣ )
(رواه ابن أبى هيتام فى تفسير ابن كثير إسماعيل بن عمربن كثير القرشي الدمشق)
Dari abdulloh bin ubaid bin umair berkata,
" sesungguhnya iblis -semoga Allah melaknatnya- berkata,
" wahai Tuhanku, sesungguhnya Engkau mengeluarkanku dari surga sebab adam, dan sesungguhnya aku tdk akan mampu kecuali dgn kekuasaanMu."
Allah : " maka engkau akan menguasainya."
iblis : " wahai Tuhanku,tambahkanlah lagi untukku."
Allah : " tiadalah adam mempunyai anak kecuali dirimu juga mempunyai anak semisalnya."
iblis : " wahai Tuhanku, tambahkanlah lagi untukku."
Allah : " akujadikan dada mereka sebgai rumah2 kalian dan kalian berjalan di jalan darah dari mereka."
iblis : " wahai tuhanku, tambahkanlah lagi untukku."
Allah : " aku tarik terhadap mereka dengan kudamu dan kakimu, bersekutulah dengan harta2 mereka dan anak2 nya, kasih dia janji2, padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka."
kemudian nabi adam alaihis salam berkata, " wahai Tuhanku, Engkau telah menguasakanku kepadanya dan aku tdk bisa mencegahnya kecuali dgn pertolonganMu."
Allah : " tiadalah seorang anak yg terlahir darimu kecuali aku mewakilkan pdnya malaikat yg menjaganya dari qorin2 yg buruk."
adam : " wahai Tuhanku, tambahkanlah untukku. "
Allah : " satu kebaikan dibalas sepuluh atau lebih, dan satu keburukan dibalas satu juga atau Aku menghapusnya."
adam : " wahai Tuhanku, tambahkanlah lg untukku."
Allah : " pintu taubat tetap dibuka selama nyawa masih di jasad."
Adam : " wahai Tuhanku, tambahkanlah lg untukku."
Allah : " Wahai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri!Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(az zumar ayat 53)
wallohu a'lam.
تفسير ابن كثير
إسماعيل بن عمر
بن كثير القرشي الدمشقي
Semoga bermanfaat
Permintaan Iblis di Kabul Allah SWT
عن عبد الله بن عبيد بن عمير قال : إن إبليس عليه لعائن الله - قال : يا رب ، إنك أخرجتني من الجنة من أجل آدم ، وإني لا أستطيعه إلا بسلطانك . قال : فأنت مسلط . قال : يا رب ، زدني . قال : لا يولد له ولد إلا ولد لك مثله . قال : يا رب ، زدني . قال : أجعل صدورهم مساكن لكم ، وتجرون منهم مجرى الدم . قال : يا رب ، زدني . قال : أجلب عليهم بخيلك ورجلك ، وشاركهم في الأموال والأولاد ، وعدهم وما يعدهم الشيطان إلا غرورا
فقال آدم [ عليه السلام ] يا رب ، قد سلطته علي ، وإني لا أمتنع [ منه ] إلا بك . قال : لا يولد لك ولد إلا وكلت به من يحفظه من قرناء السوء . قال : يا رب ، زدني . قال : الحسنة عشر أو أزيد ، والسيئة واحدة أو أمحوها . قال : يا رب ، زدني . قال : باب التوبة مفتوح ما كان الروح في الجسد . قال : يا رب ، زدني قال يا عبادي الذين أسرفوا على أنفسهم لا تقنطوا من رحمة الله إن الله يغفر الذنوب جميعا إنه هو الغفور الرحيم - الزمار٥٣
(رواه ابن أبى هيتام فى تفسير ابن كثير إسماعيل بن عمربن كثير القرشي الدمشق)
Musuh Iblis dan Temanya Iblis
وَذُكِرَ عَنْ وَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى، قَالَ: أَمَرَ اللَّهُ تَعَالَى إِبْلِيسَ أَنْ يَأْتِيَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَيُجِيبُهُ عَنْ كُلِّ مَا يَسْأَلُهُ فَجَاءَهُ عَلَى صُورَةِ شَيْخٍ وَبِيَدِهِ عُكَّازٌ فَقَالَ لَهُ «مَنْ أَنْتَ» ؟ قَالَ: أَنَا إِبْلِيسُ.
فَقَالَ: «لِمَا جِئْتَ» ؟ قَالَ: إِنَّ اللَّهَ أَمَرَنِي أَنْ آتِيَكَ، وَأُجِيبَكَ عَنْ كُلِّ مَا تَسْأَلُنِي
فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا مَلْعُونُ كَمْ أَعْدَاؤُكَ مِنْ أُمَّتِي» ؟ قَالَ: خَمْسَةُ عَشَرَ أَوَّلُهُمْ: أَنْتَ، وَالثَّانِي: إِمَامٌ عَادِلٌ، وَالثَّالِثُ: غَنِيٌّ مُتَوَاضِعٌ، وَالرَّابِعُ: تَاجِرٌ صَادِقٌ.
وَالْخَامِسُ: عَالِمٌ تَخَشَّعَ، وَالسَّادِسُ: مُؤْمِنٌ نَاصِحٌ، وَالسَّابِعُ: مُؤْمِنٌ رَحِيمُ الْقَلْبِ، وَالثَّامِنُ: تَائِبٌ ثَابِتٌ عَلَى التَّوْبَةِ، وَالتَّاسِعُ: مُتَوَرِّعٌ عَنِ الْحَرَامِ، وَالْعَاشِرُ: مُؤْمِنٌ حَسِنُ الْخُلُقِ
وَالْحَادِي عَشَرَ: مُؤْمِنٌ كَثِيرُ الصَّدَقَةِ , وَالثَّانِي عَشَرَ: مُؤْمِنٌ يُدِيمُ عَلَى الطَّهَارَةِ مَعَ النَّاسِ، وَالثَّالِثُ عَشَرَ: مُؤْمِنٌ يَنْفَعُ النَّاسَ، وَالرَّابِعُ عَشَرَ: حَامِلُ الْقُرْآنِ يُدِيمُ عَلَى تِلَاوَتِهِ، وَالْخَامِسُ عَشَرَ: قَائِمٌ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ
وَالْحَادِي عَشَرَ: مُؤْمِنٌ كَثِيرُ الصَّدَقَةِ , وَالثَّانِي عَشَرَ: مُؤْمِنٌ يُدِيمُ عَلَى الطَّهَارَةِ مَعَ النَّاسِ، وَالثَّالِثُ عَشَرَ: مُؤْمِنٌ يَنْفَعُ النَّاسَ، وَالرَّابِعُ عَشَرَ: حَامِلُ الْقُرْآنِ يُدِيمُ عَلَى تِلَاوَتِهِ، وَالْخَامِسُ عَشَرَ: قَائِمٌ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ
(تنبيه الغافلين للسمرقندي)
Langganan:
Postingan (Atom)